Angkot Jatim Bersiap Hadapi Era Baru Trans Jatim Koridor II, Ini Tuntutan Mereka

Menjelang peluncuran Trans Jatim Koridor II, sopir angkot mengajukan permintaan agar masalah Koridor I diselesaikan terlebih dahulu untuk menjamin transisi transportasi publik yang lebih lancar.

Sep 29, 2026 - 14:16
Sep 29, 2026 - 14:16
 0  9
Angkot Jatim Bersiap Hadapi Era Baru Trans Jatim Koridor II, Ini Tuntutan Mereka

Reyben - Transportasi publik di Jawa Timur sedang memasuki fase transisi yang krusial. Seiring bersiapnya peluncuran Trans Jatim Koridor II, komunitas sopir angkutan kota (angkot) mulai mengangkat suara mereka. Mereka tidak hanya memperhatikan rencana ekspansi jalur baru, tetapi juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah yang masih tersisa di Koridor I. Permintaan ini menjadi semacam kondisi prasyarat sebelum sistem transportasi berbasis bus rapid transit (BRT) semakin meluas di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Para sopir angkot memandang bahwa stabilisasi Koridor I harus menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melanjutkan proyek ambisius lainnya. Mereka mengkhawatirkan jika perpindahan fokus ke Koridor II akan meninggalkan berbagai persoalan di Koridor I yang belum terselesaikan dengan tuntas. Isu-isu seperti koordinasi rute, pengelolaan penumpang, hingga penyesuaian tarif masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Keluhan dari para pengemudi ini mencerminkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih holistik dalam mengembangkan sistem transportasi publik di Jawa Timur, bukan sekadar menambah jalur baru tanpa memastikan yang lama berjalan optimal.

Proyek Trans Jatim sendiri merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Dengan peluncuran Koridor II, diharapkan jangkauan transportasi massal akan semakin luas, menjangkau lebih banyak wilayah dan memenuhi kebutuhan mobilitas penduduk. Namun, ambisi ini harus diimbangi dengan manajemen yang cermat terhadap fase sebelumnya. Pengalaman dari Koridor I memberikan pelajaran berharga tentang kompleksitas mengintegrasikan sistem transportasi baru dengan ekosistem angkutan tradisional yang sudah ada puluhan tahun.

Dialog antara pemerintah dan komunitas sopir angkot menjadi kunci untuk memastikan transisi yang mulus. Pemerintah perlu mendengarkan aspirasi para pengemudi dan merancang strategi yang tidak hanya menguntungkan pengguna jasa, tetapi juga memberikan ruang bagi angkot untuk beradaptasi. Solusi win-win solution menjadi imperatif, mengingat angkot masih menjadi tulang punggung transportasi lokal yang melayani jutaan perjalanan harian. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan terukur, Trans Jatim Koridor II bisa menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem transportasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di Jawa Timur.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow