Aisar Khaled Masih Jadi Buronan Kasus Penipuan, Polda Metro Jaya Lambat Ambil Tindakan?

Kasus penipuan investasi yang melibatkan influencer Malaysia, Aisar Khaled, masih berlapis misteri. Polda Metro Jaya terus mendalami laporan, namun proses pemeriksaan formal belum dimulai. Publik mulai mempertanyakan efektivitas penanganan kasus white-collar crime.

Sep 16, 2026 - 20:33
Sep 16, 2026 - 20:33
 0  1
Aisar Khaled Masih Jadi Buronan Kasus Penipuan, Polda Metro Jaya Lambat Ambil Tindakan?

Reyben - Kasus yang menimpa influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, kembali menjadi sorotan publik. Hingga kini, Polda Metro Jaya masih terus mendalami laporan dugaan penipuan investasi yang melibatkan tokoh terkenal di dunia digital tersebut. Namun, proses pemeriksaan terhadap tersangka seakan bergerak dalam kecepatan siput, memicu pertanyaan serius tentang efektivitas penanganan kasus kriminal di tingkat kepolisian.

Dugaan tindak pidana yang dialamatkan kepada Aisar Khaled meliputi perbuatan curang dan penipuan dalam skema investasi yang menjanjikan keuntungan fantastis kepada para korban. Modus operandi yang digunakan tergolong canggih, memanfaatkan platform digital dan kepercayaan publik terhadap status influencer untuk memikat calon korban. Hingga saat ini, jumlah pihak yang mengaku dirugikan terus bertambah, dengan total kerugian yang diduga mencapai ratusan juta rupiah. Penipuan semacam ini menunjukkan betapa liciknya para pelaku dalam memanfaatkan celah kepercayaan masyarakat modern yang masif di media sosial.

Yang menarik dan sekaligus mengecewakan adalah status pemeriksaan yang tampak mandek. Polda Metro Jaya hingga saat ini baru sebatas mendalami laporan dan mengumpulkan bukti, namun belum ada tahapan pemeriksaan formal terhadap Aisar Khaled sebagai tersangka. Lambatnya proses ini memunculkan spekulasi apakah ada kendala prosedural, kurangnya bukti digital yang solid, atau faktor lain yang menjadi penghambat. Waktu yang terus berjalan justru memberikan kesempatan bagi tersangka untuk menghilangkan jejak digital dan bukti-bukti penting lainnya. Transparency dan akuntabilitas dari kepolisian dalam menangani kasus white-collar crime seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Paralel dengan lambatnya investigasi, kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum terus terkikis. Influencer dan public figure yang melakukan kejahatan finansial seharusnya ditangani dengan prioritas tinggi, mengingat besarnya potensi kerugian masyarakat dan dampak sosialnya. Diharapkan Polda Metro Jaya dapat segera mengakselerasi proses penyidikan ini dan mengambil tindakan konkret, baik dalam bentuk penahanan maupun penetapan status tersangka formal. Hanya dengan demikian, kepercayaan publik dapat dipulihkan dan pesan deterrence yang kuat dapat disampaikan kepada para calon pelaku kejahatan serupa di masa depan. Kecepatan dan ketegasan dalam bertindak bukan hanya soal prosedur, tetapi juga tentang perlindungan nyata kepada masyarakat yang telah menjadi korban.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow