Wasit FIFA Ungkap Alasan Dramatis Penambahan Waktu 7 Menit di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Mantan wasit FIFA Subkhiddin Mohd Salleh buka suara soal penambahan injury time kontroversial dari 2 menjadi 7 menit di laga Timnas Indonesia vs Bangladesh, mengungkap adanya miskomunikasi sistem árbitrase modern.

Oct 3, 2026 - 15:39
Oct 3, 2026 - 15:39
 0  4
Wasit FIFA Ungkap Alasan Dramatis Penambahan Waktu 7 Menit di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Reyben - Perubahan dramatis injury time dari 2 menit menjadi 7 menit di pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh telah menjadi sorotan publik. Kini, mantan wasit FIFA Subkhiddin Mohd Salleh turut memberikan analisisnya terkait insiden kontroversial tersebut. Menurut pengamatannya, ada indikasi kuat miskomunikasi yang terjadi di lapangan, bukan kesengajaan arbitrase yang tidak profesional.

Subkhiddin Mohd Salleh, yang memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai wasit internasional, mengungkapkan bahwa penentuan lamanya injury time bukan perkara sederhana. Seorang wasit harus mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari cedera pemain, pergantian pemain, celebrasi gol, hingga penundaan permainan karena berbagai alasan teknis. Dalam kasus Timnas Indonesia vs Bangladesh, rupanya terdapat akumulasi waktu henti yang cukup signifikan selama pertandingan berlangsung. Namun, komunikasi antara wasit utama dengan tim árbitrase video review (VAR) atau official assistant referee tampaknya tidak berjalan dengan optimal.

Menurut analisis Subkhiddin, ketidakjelasan prosedur komunikasi modern di era VAR bisa menjadi pemicu terjadinya perbedaan persepsi. Dalam beberapa kejadian, wasit mungkin sudah menghitung waktu tambahan berdasarkan informasi dari VAR atau rekan-rekannya, namun tidak ada koordinasi yang sempurna dalam menyampaikan keputusan akhir. Inilah mengapa penambahan waktu yang semula diumumkan 2 menit berubah menjadi 7 menit. "Ini bukan kesalahan individual, melainkan gap dalam sistem komunikasi yang masih perlu diperbaiki," ujar mantan wasit tersebut.

Mantan wasit FIFA ini juga menganjurkan agar federasi-federasi sepak bola, termasuk PSSI, lebih intensif memberikan pelatihan kepada para arbitrase tentang protokol komunikasi terkini. Perubahan regulasi dan teknologi dalam sepak bola berjalan sangat cepat, sementara pemahaman implementasinya di lapangan masih tertinggal. Insiden Indonesia vs Bangladesh bisa menjadi pembelajaran berharga bahwa transparansi dalam pengambilan keputusan dan komunikasi yang jelas antar komponen árbitrase sangatlah krusial untuk menjaga integritas pertandingan.

Tindakan Subkhiddin Mohd Salleh membuka suara ini diapresiasi sebagai kontribusi konstruktif untuk perbaikan standar árbitrase di level internasional. Dengan adanya penjelasan dari figura yang kredibel dalam dunia perpipuan, diharapkan dapat mengurangi spekulasi dan meminimalkan potensi kontroversi serupa di masa mendatang. Timnas Indonesia pun dapat fokus pada persiapan pertandingan berikutnya tanpa terbebani oleh isu árbitrase yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow