Trump Bikin Kontroversi Lagi, Kali Ini Bercanda Tentang Nama Mohammad saat Kampanye di Georgia

Dalam kampanye politiknya di Georgia, Donald Trump membuat lelucon tentang nama Mohammad yang umum di kalangan Muslim saat membahas Iran, memicu kontroversi dan kritik dari berbagai kalangan.

Oct 17, 2026 - 18:17
Oct 17, 2026 - 18:17
 0  4
Trump Bikin Kontroversi Lagi, Kali Ini Bercanda Tentang Nama Mohammad saat Kampanye di Georgia

Reyben - Donald Trump kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan candaan yang dianggap sindir terhadap umat Muslim. Kali ini, mantan presiden Amerika Serikat tersebut membuat lelucon tentang nama Mohammad yang sangat umum digunakan di kalangan Muslim, ketika sedang membahas isu Iran dalam acara kampanye politiknya di Georgia. Pernyataan Trump ini langsung mencuri perhatian media massa dan memicu berbagai reaksi dari berbagai kalangan, mulai dari pendukung politiknya hingga para kritikus yang menganggap ucapannya sangat tidak pantas dan mengandung unsur intoleransi.

Tidak pertama kalinya Trump melakukan hal serupa. Sepanjang karir politiknya, terutama sejak menjadi calon presiden dan kemudian menjabat sebagai presiden, Trump kerap membuat pernyataan yang kontroversial terkait Muslim dan berbagai kelompok lainnya. Pola ucapan Trump ini menunjukkan pendekatan kampanye yang cenderung provokatif dan sering kali menggunakan humor tajam yang berpotensi menyinggung. Dalam konteks kampanye 2024, Trump tampak terus menggunakan strategi retorika serupa untuk menarik perhatian pemilih dan media, meski hal tersebut juga membangkitkan kritik keras dari berbagai pihak.

Kandungan lelucon Trump tentang nama Mohammad tidak sekadar bercanda ringan, melainkan membawa muatan yang lebih dalam. Para pengkritik menganggap bahwa dengan membuat humor tentang nama yang sangat sakral bagi umat Muslim, Trump sedang memicu polarisasi dan merendahkan martabat suatu komunitas keagamaan yang besar. Selain itu, timing candaan ini saat membahas Iran—negara dengan mayoritas penduduk Muslim—membuat konteks menjadi lebih sensitif dan terkesan deliberate. Organisasi-organisasi yang membela hak-hak Muslim dan tokoh-tokoh agama langsung menyuarakan keberatan mereka terhadap pernyataan yang mereka anggap tidak berkenan tersebut.

Di sisi lain, dukungan terhadap Trump dari basis pemilihnya tetap solid, dengan beberapa menganggap bahwa media dan kritikus terlalu sensitif dalam merespons candaan yang disampaikan secara kasual. Namun, insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Trump dan retorikanya terhadap kelompok minoritas atau agama tertentu. Dalam lanskap politik Amerika yang semakin terpolarisasi, ucapan-ucapan seperti ini menjadi bagian dari pertempuran narasi yang lebih luas, di mana pertanyaan tentang batas-batas kebebasan berbicara, tanggung jawab sosial, dan inklusi sosial terus menjadi topik perdebatan yang hangat di media sosial dan platform berita online.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow