Trans Jatim Koridor II Siap Melayani Oktober, Para Pengemudi Angkot Desak Penyelesaian Koridor I

Trans Jatim Koridor II targetkan operasi Oktober, namun sopir angkot meminta Koridor I diselesaikan terlebih dahulu untuk menghindari potensi konflik transportasi di Surabaya.

Sep 29, 2026 - 14:37
Sep 29, 2026 - 14:37
 0  0
Trans Jatim Koridor II Siap Melayani Oktober, Para Pengemudi Angkot Desak Penyelesaian Koridor I

Reyben - Momentum baru akan hadir di sektor transportasi publik Jawa Timur. Trans Jatim Koridor II dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang, membawa angin segar bagi mobilitas masyarakat di kawasan timur Surabaya. Namun, sambutan hangat atas kabar gembira ini tampak teredam oleh keluhan dari para sopir angkutan kota yang masih menunggu penyelesaian Koridor I. Mereka khawatir jika operasional lini kedua dimulai tanpa infrastruktur pendukung yang matang, akan semakin mempersempit ruang gerak usaha mereka yang sudah terguncang pandemi.

Persoalan ini mencerminkan dilema klasik pembangunan transportasi modern di Indonesia: kecepatan ekspansi versus kematangan perencanaan. Pihak pengelola Trans Jatim memang telah mengalokasikan investasi signifikan untuk membangun rute baru yang diharapkan dapat merangkul pengguna dari kawasan yang belum terjangkau dengan baik. Akan tetapi, dokumen tender dan progres konstruksi menunjukkan bahwa Koridor I masih mengalami beberapa hambatan teknis dan administratif yang menyebabkan tertundanya penyelesaian final. Situasi ini kemudian menjadi batu loncatan bagi komunitas angkot untuk menguarkan aspirasi mereka.

Komunitas sopir angkutan kota memiliki dasar yang cukup kuat untuk mengajukan tuntutan tersebut. Mereka menilai bahwa sebelum ekspansi dilakukan, rute pertama harus benar-benar tuntas dan terintegrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada. Ketakutan mereka bukan tanpa alasan mengingat pengalaman dalam beberapa kota besar menunjukkan bahwa peluncuran rapid transit yang tidak terkoordinasi dengan baik justru menciptakan chaos di jalanan dan merugikan operator transportasi tradisional. Beberapa sopir angkot bahkan menyatakan siap melakukan aksi jika pemerintah tidak merespons permintaan mereka dengan serius.

Di sisi lain, dinas terkait berargumen bahwa pembangunan Koridor II tidak akan menghambat penyelesaian Koridor I. Mereka menyatakan telah membentuk satuan kerja khusus yang bertanggung jawab untuk mengakselerasi tahap finishing pada rute pertama, termasuk penyelesaian pembangunan shelter, sistem pembayaran digital, dan pelatihan SDM. Target mereka adalah agar pada kuartal pertama tahun depan, Koridor I sudah dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. Strategi paralel ini dilakukan untuk memaksimalkan efisiensi waktu dan sumber daya yang tersedia.

Namun kepercayaan publik terhadap jadwal pemerintah memang sedang diuji. Beberapa proyek transportasi publik di Jawa Timur sebelumnya tidak lepas dari tunda undur yang menyebabkan anggaran membengkak dan aspirasi masyarakat tertampung. Oleh karena itu, transparansi dalam pelaporan progres menjadi kunci penting untuk membangun kepercayaan kembali. Pemerintah perlu secara konsisten memberikan update mingguan mengenai persentase penyelesaian Koridor I agar stakeholder dapat memantau komitmen yang telah dideklarasikan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow