Tokoh Adat Tolikara: Mari Bersama Jaga Papua dari Gejolak Provokasi yang Mengganggu Perdamaian
Tokoh adat Kabupaten Tolikara, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat Papua untuk tetap waspada terhadap provokasi dan menjaga stabilitas keamanan demi perdamaian yang berkelanjutan.
Reyben - Dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan di Tanah Papua, tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Karmin Yikwa, secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terjebak dalam berbagai provokasi yang dapat menggoyahkan perdamaian. Pesan ini disampaikan mengingat semakin meningkatnya ancaman destabilisasi keamanan yang dimulai dari isu-isu sensitif dan kampanye provokasi dari kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Karmin Yikwa, yang merupakan salah satu pemimpin adat terkemuka di Tolikara, menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat Papua untuk membedakan antara aspirasi politik yang sah dengan tindakan anarkis yang merugikan. Menurutnya, kelompok seperti Kelompok Nasionalis Papua Bersenjata (KNPB) terus berupaya memicu ketegangan melalui berbagai cara yang sangat berpotensi menciptakan perpecahan di tengah komunitas yang seharusnya tetap solid. Tokoh adat ini melihat bahwa provokasi tersebut tidak hanya mengancam keamanan fisik, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial kemasyarakatan yang telah terbangun dengan susah payah.
Dalam perspektif Yikwa, pembangunan dan kemajuan Papua hanya bisa tercapai dalam kondisi yang aman, stabil, dan damai. Ia mengingatkan bahwa setiap warga Papua, tanpa terkecuali, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadi benteng pertahanan pertama terhadap segala bentuk upaya destabilisasi. Tokoh adat tersebut juga mengajurkan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar, terutama di media sosial yang kerap menjadi saluran penyebaran berita bohong dan konten yang dirancang untuk memicu emosi negatif. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam merespons situasi yang terjadi di sekitar mereka.
Karmin Yikwa juga menyoroti peran penting pemimpin lokal, tokoh agama, dan lembaga adat untuk terus mendorong dialog konstruktif dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya provokasi. Menurutnya, kekuatan adat dan nilai-nilai tradisional Papua yang menekankan persatuan dan gotong royong harus terus diaktifkan sebagai benteng pertahanan sosial. Seruan Yikwa ini mencerminkan komitmen para tokoh adat untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan dan kedamaian Papua, sekaligus memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat berjalan tanpa hambatan yang disebabkan oleh ketidakstabilan keamanan dan provokasi yang tidak bertujuan membangun.
What's Your Reaction?