Tangisan Ibu Sahril Pecah di Komisi III: Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Santri Dibakar

Dalam sesi Komisi III DPR RI, ibu Sahril Sobirin menghadirkan tangisan menyayat hati sambil meminta intervensi Presiden Prabowo dalam mengusut tuntas kematian anaknya yang terbakar, dengan dugaan adanya keterlibatan oknum polisi dan Kemenag dalam penutupan kasus.

Jul 14, 2026 - 15:11
Jul 14, 2026 - 15:11
 0  0
Tangisan Ibu Sahril Pecah di Komisi III: Desak Prabowo Usut Tuntas Kasus Santri Dibakar

Reyben - Suasana hening memecah ruang sidang Komisi III DPR RI ketika seorang ibu dengan wajah tertunduk mulai mengeluarkan isakan panjang. Ibu dari Sahril Sobirin, santri yang meninggal dalam kondisi terbakar, berbicara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dengan suara bergetar dan air mata menuruni pipinya. Momen dramatis tersebut menjadi sorotan karena dia tidak hanya menceritakan kehilangan anaknya, melainkan juga melayangkan pertanyaan keras tentang adanya dugaan keterlibatan oknum polisi dan Kementerian Agama dalam upaya menutupi kasus tersebut.

Permohonan seorang ibu yang telah kehilangan buah hatinya tentu bukan sekadar keluh kesah biasa. Di hadapan para anggota DPR dan Presiden Prabowo, ibu Sahril menunjukkan dokumen dan bukti yang menurutnya menunjukkan adanya kejanggalan dalam proses penyelidikan. Dia mendesak agar Presiden segera membentuk tim khusus untuk mengungkap kebenaran di balik kematian anaknya. Pertanyaan yang melompat dari mulutnya adalah mengapa proses hukum terasa begitu lamban dan mengapa pihak-pihak tertentu seakan menutup mata terhadap kasus yang melibatkan anak didik pondok pesantren ini.

Allegasi yang dilontarkan ibu Sahril tidak bisa dianggap remeh. Dia secara terang-terangan menyebut ada indikasi oknum dari kepolisian dan Kementerian Agama yang diduga berusaha mengaburkan fakta sejati. Menurut penjelasannya, beberapa kesaksian penting tidak diproses dengan semestinya dan beberapa bukti fisik sepertinya tidak ditangani sesuai standar prosedur penyelidikan yang berlaku. Ketidakpercayaan ini semakin menguat ketika dia membandingkan penanganan kasusnya dengan kasus serupa yang mendapat perhatian media massa lebih besar. Situasi ini menciptakan pertanyaan fundamental: apakah ada perberlakuan sistem hukum yang tidak adil berdasarkan status sosial atau afiliasi tertentu?

Respons dari Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menjadi titik fokus publik. Sebagai pemimpin tertinggi negara, langkah konkret yang akan diambil presiden akan menentukan apakah kasus Sahril akan mendapat pengusutan yang adil atau tetap terganjal. Ibu Sahril telah menyerahkan harapan terakhirnya kepada tokoh paling berkuasa di negeri ini, dengan keyakinan bahwa Prabowo mampu memecah kebisuan dan menurunkan mandat investigasi mendalam. Menanti respons ini juga berarti menunggu apakah sistem keadilan Indonesia masih bisa berfungsi untuk melindungi hak-hak masyarakat biasa yang tertindas oleh dugaan konspirasi kekuasaan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow