Syifa Hadju Bela Baby Soso di Threads, Malah Dapat Hujatan karena Grammar Inggris yang 'Berantakan'
Syifa Hadju membela Alyssa Daguise soal privasi Baby Soso di Threads, namun unggahan bahasa Inggrisnya malah menjadi bahan sindir netizen karena grammar yang tidak sempurna.
Reyben - Aktris Syifa Hadju kembali menjadi perbincangan di media sosial, namun bukan karena peran aktingnya yang memukau. Kali ini, bintang layar lebar tersebut mendapat sorotan serius dari netizen karena unggahan di platform Threads yang dibuat dalam bahasa Inggris. Padahal, tujuan awal Syifa adalah membela rekan aktrisnya, Alyssa Daguise, yang belakangan ini menjadi sorotan publik terkait isu privasi buah hatinya, Baby Soso. Namun, alih-alih mendapat apresiasi, tulisan Syifa justru menjadi viral karena hal yang sama sekali tidak terduga—grammar yang bermasalah.
Dalam utas yang dibagikan di Threads, Syifa Hadju menulis beberapa paragraf panjang untuk membela privasi Alyssa Daguise dan anaknya. Niat baiknya untuk menyuarakan pentingnya menjaga hak anak-anak selebriti dari sorotan berlebihan di dunia maya sebenarnya sangat mulia. Namun, eksekusi yang kurang matang dalam penggunaan bahasa Inggris membuat pesan Syifa tidak sepenuhnya tersampaikan dengan baik. Beberapa kata yang dipilih terasa janggal, susunan kalimat yang tidak gramatis, dan ejaan yang salah menjadi pusat perhatian para netizen yang punya mata tajam dalam hal bahasa asing.
Netizen tidak membuang kesempatan ini untuk memberikan komentar sarkastis di bawah unggahan Syifa. Beberapa di antaranya membuat lelucon tentang grammar yang 'parah', sementara yang lain memberikan saran perbaikan dengan nada yang tidak sepenuhnya konstruktif. Momen seperti ini menunjukkan betapa peduli—atau mungkin terlalu peduli—netizen Indonesia terhadap penggunaan bahasa Inggris di kalangan selebriti. Banyak yang merasa jika ingin berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sebaiknya dilakukan dengan sempurna terlebih dahulu, terutama ketika konten itu bersifat serius dan berniat membawa pesan penting.
Terkait isu yang sebenarnya ingin diangkat Syifa tentang privasi Baby Soso, topik tersebut sebenarnya cukup sensitif dan penting untuk dibicarakan. Hak anak untuk mendapatkan privasi dan perlindungan dari eksposur berlebihan di media sosial adalah isu yang relevan di era digital ini. Akan tetapi, momentum untuk memberikan edukasi kepada publik tentang hal ini hilang karena perhatian justru teralih ke aspek teknis penggunaan bahasa. Ini menjadi pembelajaran menarik tentang bagaimana di media sosial, cara penyampaian pesan terkadang lebih penting daripada pesan itu sendiri.
Insiden Syifa Hadju ini juga mengingatkan kita akan pentingnya proofreading sebelum membagikan konten, khususnya jika menggunakan bahasa asing. Meskipun tidak semua orang sempurna dalam berbahasa Inggris, sebuah usaha kecil seperti meminta bantuan untuk mengecek tulisan dapat membuat perbedaan signifikan. Di sisi lain, netizen juga perlu sedikit lebih empati—mengingat tidak semua orang adalah native speaker, dan banyak yang berusaha untuk komunikasi lintas bahasa demi pesan yang ingin disampaikan. Bagaimanapun, kontroversi ini akan segera hilang dan digantikan dengan cerita viral berikutnya, tapi pelajaran tentang pentingnya komunikasi yang jelas akan terus relevan.
What's Your Reaction?