Syahganda: Visi Prabowo Masih Abstrak di Mata Publik, Butuh Penjelasan Lebih Konkret

Kepala Bakom mengakui kompleksitas pemikiran Presiden Prabowo memerlukan strategi komunikasi yang lebih terukur dan terhubung langsung dengan masyarakat untuk menghindari kesalahpahaman.

Oct 3, 2026 - 01:31
Oct 3, 2026 - 01:31
 0  5
Syahganda: Visi Prabowo Masih Abstrak di Mata Publik, Butuh Penjelasan Lebih Konkret

Reyben - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengungkapkan tantangan unik dalam mengkomunikasikan kebijakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat luas. Dalam sebuah diskusi tertutup dengan kalangan media dan akademisi, Syahganda menyatakan bahwa cara berpikir dan pendekatan strategis pimpinan negara masih sulit dipahami oleh publik secara umum. Menurutnya, hal ini bukan karena ketidakmampuan pemerintah dalam berkomunikasi, melainkan karena kompleksitas pemikiran yang dimiliki Prabowo memerlukan penyederhanaan dan pendekatan yang lebih terukur.

Syahganda menjelaskan bahwa pemikiran presiden cenderung bersifat multi-dimensional dan tidak selalu linear seperti yang diharapkan oleh kebanyakan masyarakat. Presiden Prabowo, dalam pengalaman Syahganda, sering mengoperasionalkan strategi dengan cara pandang jangka panjang yang terkadang tidak terlihat hasilnya dalam waktu singkat. Ini menciptakan gap komunikasi antara pemerintah dan rakyat, dimana publik menginginkan informasi yang jelas, terukur, dan hasilnya bisa dilihat dalam jangka waktu pendek. Bakom sendiri telah mengidentifikasi beberapa bidang dimana penjelasan lebih detail diperlukan, terutama di sektor kebijakan ekonomi dan transformasi institusi pemerintah.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Bakom telah merumuskan strategi komunikasi yang lebih terstruktur dengan melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari akademisi, influencer lokal, hingga tokoh masyarakat. Syahganda mengakui bahwa tugas Bakom bukan hanya menerjemahkan kebijakan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap arah yang ditempuh pemerintahan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan konsistensi dalam setiap pernyataan resmi pemerintah agar tidak menambah kebingungan di lapangan. Sejumlah program komunikasi intensif juga telah disusun untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat dengan pendekatan yang disesuaikan.

Menurut Syahganda, kemitraan antara badan komunikasi pemerintah dengan media massa menjadi kunci sukses dalam upaya ini. Media berperan penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan rakyat, sehingga pesan-pesan kebijakan dapat tersampaikan dengan akurat dan mudah dipahami. Syahganda juga menyarankan agar pemerintah lebih sering mengadakan dialog langsung dengan masyarakat di berbagai daerah, bukan hanya melalui siaran pers di Jakarta. Dengan pendekatan yang lebih personal dan kontekstual, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami visi dan misi yang ingin dicapai oleh Presiden Prabowo dalam memimpin negara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow