Sulawesi Selatan Teror Narkoba: Rudianto Lallo Tuntut Polisi dan BNN Gerak Cepat

Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo menyatakan Sulawesi Selatan dalam kondisi darurat narkoba dan menuntut polisi serta BNN untuk gerak cepat memberantas bandar-bandar narkoba yang beroperasi di wilayah tersebut.

Oct 24, 2026 - 07:39
Oct 24, 2026 - 07:39
 0  5
Sulawesi Selatan Teror Narkoba: Rudianto Lallo Tuntut Polisi dan BNN Gerak Cepat

Reyben - Situasi penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan telah mencapai titik kritis yang mengkhawatirkan. Anggota Komisi III DPR dari fraksi Gerindra, Rudianto Lallo, memberikan peringatan keras bahwa wilayah tersebut sudah memasuki kondisi darurat narkoba. Desakan politisi asal Sulsel ini bukan sekadar retorika belaka, melainkan hasil pengamatan mendalam terhadap meningkatnya kasus peredaran dan penyalahgunaan zat terlarang di daerahnya. Rudianto Lallo secara tegas menuntut instansi kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk segera mengambil tindakan konkret dan terukur dalam memberantas jaringan bandar narkoba yang beroperasi di Sulsel.

Data empiris menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan bukan lagi sekadar daerah transit peredaran narkoba, tetapi telah berkembang menjadi pasar yang cukup menguntungkan bagi sindikat penjual gelap. Jaringan distribusi yang terorganisir dengan rapi telah berhasil menembus berbagai lapisan masyarakat, dari perkotaan hingga pedesaan. Rudianto Lallo mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terhadap tren peningkatan kasus narkoba yang tidak menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dia menekankan bahwa jika tidak ada intervensi serius dan terkoordinasi dari berbagai pihak, dampak jangka panjang bagi generasi muda dan stabilitas sosial kemasyarakatan akan semakin memburuk.

Komisi III DPR, sebagai lembaga yang membidangi hukum dan keamanan, telah menerima banyak laporan dari masyarakat dan organisasi lokal tentang eskalasi kasus narkoba di Sulsel. Rudianto Lallo menyatakan bahwa Polda Sulsel dan kantor BNN daerah harus bekerja dengan lebih agresif dan presisi dalam menggali informasi intelijen tentang jaringan bandar besar yang selama ini beroperasi di balik layar. Dia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi yang lebih efektif antara polisi, BNN, dan aparat sipil lainnya. Strategi yang selama ini diterapkan dinilai belum maksimal dalam memberantas akar permasalahan narkoba, sehingga diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga sosial.

Rudianto Lallo juga menyinggung pentingnya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dan edukasi preventif kepada generasi muda. Menurutnya, tugas pemberantasan narkoba tidak hanya sebatas pada penangkapan dan penghukuman tersangka, tetapi juga memerlukan usaha berkelanjutan dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap bahaya narkoba. Dia berharap Polda Sulsel dan BNN dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan program sosialisasi masif di sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas lokal. Desakan Rudianto Lallo ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi kedua instansi tersebut untuk meningkatkan aksi nyata dan terukur dalam memberantas perdaran narkoba di Sulawesi Selatan dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow