Strategi Herdman Dinilai Gagal Baca Dinamika Southeast Asia, Indonesia Tertinggal dari Vietnam

Pengamat sepak bola Bung Ahay mengkritik John Herdman karena dinilai belum memahami dinamika sepak bola Asia Tenggara, sehingga Timnas Indonesia kesulitan menghadapi Vietnam di Piala AFF 2026.

Aug 13, 2026 - 11:32
Aug 13, 2026 - 11:32
 0  3
Strategi Herdman Dinilai Gagal Baca Dinamika Southeast Asia, Indonesia Tertinggal dari Vietnam

Reyben - Pengamat sepak bola terkemuka, Bung Ahay, melontarkan kritik tajam terhadap pelatih Timnas Indonesia John Herdman. Menurut Ahay, Herdman belum sepenuhnya memahami karakteristik unik dan dinamika kompetisi sepak bola di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam menghadapi rival tangguh seperti Vietnam di Piala AFF 2026 mendatang. Ketidakpahaman ini dinilai menjadi faktor signifikan yang membuat Timnas Indonesia kesulitan merancang strategi yang tepat untuk bersaing secara seimbang dengan tim-tim regional yang sudah terbiasa dengan pola permainan lokal.

Bung Ahay menjelaskan bahwa setiap negara di Asia Tenggara memiliki identitas sepak bola yang berbeda-beda. Vietnam, misalnya, dikenal dengan gaya permainan yang cepat, teknis, dan penuh dengan gerakan pressing tinggi yang melelahkan lawan. Indonesia, di sisi lain, memiliki pemain-pemain berbakat namun membutuhkan system yang sesuai dengan karakteristik mereka. Herdman, sebagai pelatih yang datang dari luar region, tampaknya masih dalam proses pembelajaran untuk beradaptasi dengan seluk-beluk kompetisi lokal yang berbeda drastis dengan pengalaman internasionalnya sebelumnya di tim nasional Kanada.

Kritik ini muncul mengingat pencapaian Timnas Indonesia yang belum maksimal dalam beberapa pertandingan persiapan sebelumnya. Bung Ahay berpendapat bahwa kesulitan yang dihadapi tim kesayangan ini bukan hanya soal kualitas pemain, melainkan lebih kepada pemahaman mendalam tentang bagaimana cara mengeksploitasi kelemahan Vietnam dan tim-tim lain di kawasan. Pengamat yang berpengalaman puluhan tahun ini menyarankan agar Herdman lebih banyak belajar dari sejarah pertandingan, menonton rekaman pertandingan regional, dan berinteraksi lebih intensif dengan asisten pelatih lokal yang memiliki pemahaman intim tentang gaya permainan regional.

Pelatih Timnas harus menyadari bahwa kemenangan di Asian Football Confederation (AFC) regional bukan hanya tentang individual skill atau taktik standar internasional. Diperlukan pemahaman mendalam tentang ritme permainan, mentalitas tim lokal, dan bagaimana memanfaatkan kondisi geografis serta cuaca tropis yang menjadi karakteristik pertandingan di kawasan ini. Dengan Piala AFF 2026 tinggal beberapa tahun lagi, Bung Ahay menekankan bahwa waktu semakin terbatas untuk Herdman memperdalam pengetahuannya dan menyesuaikan strategi tim agar lebih kompetitif menghadapi rival-rival regional yang sudah berpengalaman bertahun-tahun bersaing di lingkungan Asia Tenggara yang ketat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow