Siti Hasmah Binti Bukit Merah Meninggal Dunia, Tokoh Ibu Negara Malaysia Tutup Usia di 100 Tahun
Siti Hasmah, istri mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun di Institut Jantung Negara Malaysia. PM Anwar Ibrahim menyatakan akan memberikan upacara pemakaman kenegaraan untuk menghormati dedikasi dan kontribusi luar biasa beliau.
Reyben - Dunia kehilangan sosok perempuan bersejarah. Siti Hasmah binti Bukit Merah, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun. Wanita yang dikenal sebagai salah satu Ibu Negara paling berpengaruh di Asia Tenggara ini menghembuskan napas terakhirnya di Institut Jantung Negara Malaysia pada Jumat, 28 September 2024, tepatnya pukul 09.20 pagi waktu setempat. Kabar dukacita ini membuat Malaysia dan sejumlah negara tetangga berduka cita.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim langsung mengambil langkah untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada mendiang. Beliau menyatakan bahwa Siti Hasmah akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan yang penuh kehormatan, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa yang telah diberikannya selama berada di panggung nasional Malaysia. Pengaturan upacara pemakaman negara menunjukkan betapa tingginya posisi dan pengaruh yang dimiliki oleh istri Mahathir Mohamad di hati masyarakat dan pemerintah Malaysia.
Siti Hasmah adalah figur yang tidak hanya dikenal sebagai istri seorang pemimpin negara, tetapi juga seorang wanita yang memiliki karir dan dedikasi sosial tersendiri. Sepanjang hidupnya, beliau aktif dalam berbagai kegiatan amal dan pemberdayaan masyarakat. Kehadirannya di berbagai acara kenegaraan dan kegiatan sosial selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya kaum perempuan Malaysia yang melihatnya sebagai panutan dalam menjalani peran sebagai istri seorang pemimpin sekaligus tokoh sosial independen. Dedikasi beliau terhadap pembangunan karakter bangsa dan kesejahteraan masyarakat tidak pernah berhenti, bahkan setelah meninggalkan istana kepresidenan.
Kematian Siti Hasmah pada usia yang sangat lanjut ini menandai berakhirnya sebuah era penting dalam sejarah pemerintahan Malaysia modern. Beliau telah menjadi saksi bisu bagi transformasi Malaysia dari berbagai perspektif, baik sebagai istri pemimpin selama masa pemerintahan Mahathir yang kontroversial maupun sebagai tokoh masyarakat yang terus berbakti. Warisan yang ditinggalkan Siti Hasmah akan terus dikenang, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di seluruh kawasan Asia Tenggara sebagai seorang perempuan yang berhasil menggabungkan peran tradisional dengan kontribusi sosial yang nyata bagi kemajuan bangsa.
Keluarga besar Siti Hasmah dan seluruh rakyat Malaysia pasti merasakan kehilangan yang mendalam dengan meninggalnya sosok ini. Namun, usia 100 tahun yang berhasil beliau capai merupakan sebuah pencapaian hidup yang luar biasa, terutama mengingat aktivitas dan keterlibatan beliau yang tetap konsisten dalam berbagai kegiatan sosial dan kenegaraan hingga masa-masa akhir kehidupannya.
What's Your Reaction?