Sarwendah Seret 47 Akun Media Sosial ke Polda, Tuduh Ruben Onsu Bayar untuk Serang Dirinya

Sarwendah melaporkan 47 akun media sosial termasuk seorang selebgram ke polisi dengan tuduhan mereka difasilitasi Ruben Onsu untuk menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan ini menandai eskalasi serius dari konflik keluarga yang telah berkembang menjadi kasus pidana.

Oct 23, 2026 - 14:59
Oct 23, 2026 - 14:59
 0  5
Sarwendah Seret 47 Akun Media Sosial ke Polda, Tuduh Ruben Onsu Bayar untuk Serang Dirinya

Reyben - Pertarungan sengit antara Sarwendah dan Ruben Onsu kini telah sampai ke meja hijau kepolisian. Bintang layar kaca yang juga dikenal sebagai pengusaha ini mengambil langkah tegas dengan melaporkan puluhan akun media sosial yang diduga difasilitasi oleh mantan suaminya untuk melakukan kampanye negatif terhadap dirinya. Laporan yang disampaikan ke Polda Metro Jaya ini mencakup satu akun selebgram dan 46 akun lainnya dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah yang terencana.

Menurut informasi yang beredar, Sarwendah memiliki bukti kuat bahwa akun-akun tersebut secara terkoordinasi melakukan serangan digital dengan mengunggah konten negatif, menyebarkan rumor tidak benar, dan mencoba merusak reputasinya di mata publik. Strategi koordinasi yang terorganisir ini membuat Sarwendah yakin bahwa ada dalang di balik operasi media sosial yang sistematis tersebut. Dengan melaporkan kasus ini ke polisi, dia berharap dapat mengungkap jejak uang dan bukti keterlibatan Ruben Onsu dalam kampanye online harassment yang didakwanya.

Situasi keluarga besar Onsu memang telah mencapai titik terendahnya dalam beberapa bulan terakhir. Setelah perpisahan mereka, kedua pihak saling melayangkan berbagai tuduhan di media sosial dan platform digital lainnya. Kini dengan tindakan hukum ini, konflik yang dulunya bersifat personal telah berkembang menjadi perkara pidana yang melibatkan institusi penegak hukum. Polda Metro Jaya diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam untuk menggali akar permasalahan dan memverifikasi keaslian bukti-bukti yang dikemukakan oleh Sarwendah.

Langkah Sarwendah ini dianggap sebagai eskalasi serius dalam pertikaian mereka. Dengan melibatkan pihak kepolisian, semua pihak yang terlibat dalam kampanye fitnah digital tersebut berpotensi menghadapi konsekuensi hukum yang cukup berat. Kasus ini juga menjadi catatan penting tentang semakin maraknya penggunaan media sosial sebagai senjata untuk merusak reputasi seseorang, terutama dalam kasus perselisihan pribadi antara tokoh publik. Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses investigasi yang akan dilakukan oleh kepolisian dalam mengungkap siapa sebenarnya yang berada di balik kampanye digital tersebut.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow