Sahrul Gunawan Buka Suara Soal Roasting Pedas Kiky Saputri: 'Ada Batasnya Bercanda'
Sahrul Gunawan membuka suara tentang pengalaman tidak menyenangkan saat diroasting Kiky Saputri, menekankan pentingnya etika dan batasan dalam bercanda di hadapan publik.
Reyben - Sahrul Gunawan akhirnya memecah keheningan setelah menjadi sasaran roasting pedas dari Kiky Saputri. Aktor dan komedian ini mengaku sempat merasa sakit hati dengan tingkat humor yang menurutnya sudah melampaui batas. Dalam kesempatan berbagi cerita, Sahrul mengingatkan pentingnya etika dalam bercanda, terutama ketika dilakukan di hadapan publik atau dalam format konten yang ditonton banyak orang.
Momen roasting tersebut rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Sahrul. Meski tujuan awal adalah untuk menghibur, ia merasa ada beberapa kalimat yang menyentuh hal sensitif. Sahrul tidak bermaksud untuk membuat masalah besar-besaran, namun ia ingin menyampaikan bahwa humor yang sehat seharusnya tidak membuat salah satu pihak merasa terluka atau terhina. Pengalamannya ini kemudian membuat dirinya lebih selektif dalam memilih acara yang melibatkan roasting atau candaan sejenis.
Menurut Sahrul, ada perbedaan signifikan antara bercanda yang menghibur dengan bercanda yang menyerang personal. Ketika seseorang sedang diroasting, mereka memang berusaha menerima candaan dengan ikhlas, tetapi tidak berarti segala hal boleh diucapkan. Ia menekankan bahwa pelaku roasting seharusnya memahami porsi humor yang tepat agar tidak mengubah suasana menjadi tidak nyaman. Sahrul juga berbagi bahwa setelah insiden tersebut, ia lebih hati-hati dalam memilih teman atau kolega yang akan mengajak berbincang dalam format entertainment.
Komentar Sahrul ini sejalan dengan tren yang sedang berkembang di industri hiburan modern, di mana audience semakin kritis terhadap konten yang ditampilkan. Banyak public figure mulai mempertimbangkan dampak psikologis dari bercanda di media publik. Sahrul berharap bahwa pengalamannya ini bisa menjadi pembelajaran bagi content creator dan entertainer lainnya untuk selalu menjaga keseimbangan antara menghibur dan menghormati perasaan sesama. Dengan cara ini, industri hiburan bisa tetap menyenangkan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mental para pelakunya.
What's Your Reaction?