Rupiah Masih Bertahan Lebih Kuat dari Tetangga ASEAN Meski Guncangan Geopolitik

Purbaya memastikan pelemahan rupiah sejak krisis geopolitik Timur Tengah meledak ternyata masih lebih terkontrol dibandingkan mata uang negara-negara tetangga di ASEAN, berkat strategi moneter yang solid.

Mar 11, 2026 - 18:15
Mar 11, 2026 - 18:15
 0  0
Rupiah Masih Bertahan Lebih Kuat dari Tetangga ASEAN Meski Guncangan Geopolitik

Reyben - Situasi perekonomian global yang berguncang akibat eskalasi tegang di Timur Tengah ternyata tidak membuat rupiah terpuruk lebih parah dibandingkan mata uang negara-negara sekitar. Purbaya, tokoh ekonomi terkemuka, menekankan bahwa meskipun rupiah mengalami pelemahan sejak konflik Iran versus Amerika Serikat dan Israel meledak, kinerjanya tetap relatif lebih baik ketika dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar di kawasan Asia Tenggara lainnya. Pencapaian ini patut disyukuri mengingat badai perekonomian global terus bertiup dengan intensitas yang tidak menentu, mulai dari ketidakpastian perdagangan internasional hingga gejolak pasar keuangan yang menciptakan kepanikan di berbagai negara berkembang.

Perbandingan yang dilakukan Purbaya menunjukkan bahwa strategi pengelolaan moneter Indonesia mampu meredam dampak eksternal dengan cukup efektif. Sementara beberapa negara tetangga mengalami depresiasi yang lebih signifikan terhadap dolar Amerika, rupiah berhasil mempertahankan posisinya dengan fluktuasi yang lebih terkontrol. Data pergerakan nilai tukar menunjukkan bahwa apresiasi dolar global memang menekan semua mata uang berkembang, namun Indonesia berhasil melakukan intervensi yang tepat sehingga tekanan tidak se-ekstrem yang dialami oleh beberapa negara ASEAN lainnya. Keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi erat antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan yang terus memantau setiap perkembangan pasar dan siap mengambil langkah antisipasi ketika diperlukan.

Terkait dengan guncangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia yang relatif solid menjadi peredam utama dampak negatif. Meskipun perang dagang masih membayangi perdagangan global dan harga minyak mengalami volatilitas tinggi, cadangan devisa Indonesia yang mencapai angka miliaran dolar memberikan ruang bergerak untuk stabilisasi. Investor asing juga masih mempertahankan kepercayaan mereka terhadap prospek ekonomi Indonesia jangka panjang, yang tercermin dari aliran modal yang masih masuk ke dalam instrumen obligasi dan saham domestik. Sentimen positif ini membantu rupiah tidak jatuh lebih dalam meski tekanan eksternal terus berdatangan dari berbagai penjuru dunia.

Ke depan, Purbaya optimis bahwa rupiah akan terus mempertahankan daya tahannya selama pemerintah dan bank sentral tetap konsisten dalam menerapkan kebijakan moneter yang prudent dan transparan. Diversifikasi ekonomi yang terus dilakukan Indonesia menjadi kekuatan tambahan dalam menghadapi ketidakpastian global. Investor internasional semakin menyadari bahwa pasar Indonesia menawarkan peluang pertumbuhan yang menarik dengan risiko yang terkelola, sehingga permintaan terhadap aset Indonesia tetap tinggi. Dengan terus memperkuat fundamentalnya dan meningkatkan daya saing industri, rupiah diproyeksikan akan mampu bertahan dan bahkan memperuat nilainya pada kuartal-kuartal mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow