Rumah Mewah Jadi Markas Gelap, Pria 56 Tahun di Pamekasan Kini Buruan Polisi

Polisi memburu seorang pria 56 tahun pemilik rumah di Pamekasan yang diduga menjadi markas transaksi dan konsumsi narkoba jenis sabu-sabu di bagian belakang rumahnya.

Oct 2, 2026 - 09:15
Oct 2, 2026 - 09:15
 0  3
Rumah Mewah Jadi Markas Gelap, Pria 56 Tahun di Pamekasan Kini Buruan Polisi

Reyben - Sebuah rumah di kawasan Pamekasan menjadi sorotan aparat kepolisian setelah diduga difungsikan sebagai tempat transaksi dan pesta narkoba. Pemilik rumah, seorang pria bernama M berusia 56 tahun, kini menjadi incaran Kepolisian setempat. Polisi telah menggerakkan operasi pencarian terhadapnya setelah mengumpulkan bukti bahwa halaman belakang rumahnya secara rutin digunakan sebagai sarang sindikat penyalahgunaan narkotika, khususnya jenis sabu-sabu.

Kasus ini terungkap setelah tim kepolisian melakukan pengawasan dan penyelidikan selama beberapa waktu terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Informasi dari masyarakat dan hasil surveillance menunjukkan bahwa rumah tersebut tidak hanya dijadikan tempat tinggal biasa, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ilegal yang melibatkan perdagangan dan konsumsi zat adiktif. Para pengguna dan penjual narkoba diduga sengaja menggunakan bagian belakang rumah untuk menghindari pengawasan dari jalanan utama. Polisi berhasil mengidentifikasi pola aktivitas mencurigakan dan mengumpulkan cukup bukti untuk menjerat pemilik rumah sebagai tersangka.

Dalam perkembangan kasusnya, aparat kepolisian telah mengeluarkan surat pencarian terhadap M di seluruh wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Operasi pencarian intensif dilakukan dengan melibatkan berbagai unit polisi. Informasi awal menunjukkan bahwa tersangka diduga sudah menginap di beberapa tempat dan menghindar dari jangkauan hukum. Polisi terus melakukan penggalian informasi dari saksi-saksi dan pencarian di lokasi-lokasi strategis yang sering dikunjungi oleh M. Setiap tipuan informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim investigasi kepolisian.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat Pamekasan tentang bahaya sindikat narkoba yang terus berkembang. Polisi menekankan bahwa tidak ada ampun bagi siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan dan pendistribusian narkotika. Publik diimbau untuk proaktif melaporkan setiap kecurigaan terkait aktivitas narkoba ke polisi setempat. Dengan dukungan masyarakat, aparat penegak hukum yakin dapat membersihkan lingkungan dari ancaman narkoba dan melindungi generasi muda dari jerat penyalahgunaan narkotika berbahaya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow