Rp300 Ribu Kompensasi Delay Pesawat? Hakim MK Anggap Itu Bercanda, Minta Pemerintah Turun Tangan

Hakim MK Saldi Isra menganggap kompensasi delay pesawat Rp300 ribu tidak adil bagi penumpang dan menuntut pemerintah perketat pengawasan maskapai penerbangan di Indonesia.

Aug 5, 2026 - 04:09
Aug 5, 2026 - 04:09
 0  1
Rp300 Ribu Kompensasi Delay Pesawat? Hakim MK Anggap Itu Bercanda, Minta Pemerintah Turun Tangan

Reyben - Saldi Isra, salah satu hakim di Mahkamah Konstitusi, kembali menunjukkan keprihatinannya terhadap minimnya perlindungan konsumen di industri penerbangan Indonesia. Dalam perbincangan publik belakangan ini, dia menyoroti betapa absurdnya besaran kompensasi keterlambatan pesawat yang hanya Rp300 ribu. Menurut pandangannya, nominal tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai kerugian riil yang dialami oleh penumpang ketika pesawat mereka terlambat terbang.

Hakim Saldi secara terang-terangan mempertanyakan sejauh mana pemerintah benar-benar mengawasi dan mengontrol operasional maskapai penerbangan di tanah air. Dia melihat ada celah besar dalam regulasi yang memungkinkan maskapai memberikan ganti rugi sangat murah dibanding dampak yang diterima penumpang. Ketika pesawat delay, penumpang bisa kehilangan koneksi penting, perjalanan bisnis berantakan, hingga kesempatan bertemu orang tersayang. Namun semua itu hanya diganti dengan uang sejumlah harga segelas kopi premium.

Pernyataan tegas dari hakim konstitusional ini mencerminkan adanya celah signifikan dalam perlindungan hak konsumen transportasi udara. Regulasi yang ada rupanya belum optimal dalam mengakomodasi kepentingan penumpang pesawat. Pemerintah melalui Kementerian Transportasi dan otoritas penerbangan sepertinya perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kompensasi delay yang berlaku saat ini. Saldi Isra dengan jelas mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap industri maskapai, memastikan mereka tidak hanya mementingkan profit tetapi juga tanggung jawab sosial kepada konsumen.

Menurut perspektif Saldi, standar kompensasi yang jauh lebih tinggi perlu diterapkan mengingat betapa banyaknya kerugian immaterial yang dialami penumpang saat pesawat terlambat. Dia juga mengisyaratkan perlunya transparansi lebih baik dari maskapai dalam menginformasikan hak konsumen mereka. Desakan hakim MK ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk segera melakukan revisi aturan yang ada. Industri penerbangan memang penting untuk ekonomi nasional, tetapi tanpa perlindungan konsumen yang kuat, reputasi dan kepercayaan publik terhadap maskapai lokal akan terus menurun.

Langkah konkret yang diharapkan dari pemerintah antara lain meningkatkan besaran kompensasi minimum, melakukan audit berkala terhadap maskapai, dan membuat mekanisme penyelesaian keluhan penumpang yang lebih mudah dan cepat. Dengan upaya serius dari pemerintah, diharapkan industri penerbangan Indonesia bisa tumbuh tidak hanya secara finansial tetapi juga dalam hal profesionalisme dan tanggung jawab kepada pelanggan setia mereka.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow