Rp1,28 Triliun Dialokasikan Pemerintah untuk Buka Rekening Bank 25 Juta Warga Kurang Mampu

Pemerintah mengalokasikan Rp1,28 triliun untuk program 1 Orang 1 Rekening guna membuka akses keuangan digital bagi 25 juta warga prasejahtera Indonesia sebagai upaya mempercepat inklusi finansial nasional.

Oct 23, 2026 - 04:31
Oct 23, 2026 - 04:31
 0  8
Rp1,28 Triliun Dialokasikan Pemerintah untuk Buka Rekening Bank 25 Juta Warga Kurang Mampu

Reyben - Pemerintah Indonesia siap menggerakkan strategi ambisius untuk menggebrak inklusi keuangan digital nasional. Program 1 Orang 1 Rekening menjadi andalan dengan alokasi dana sebesar Rp1,28 triliun yang akan menjangkau 25 juta warga prasejahtera di seluruh nusantara. Inisiatif ini bukan sekadar memberikan rekening bank, melainkan upaya masif membuka akses ekonomi digital bagi mereka yang selama ini berada di garis marginal sistem keuangan formal Indonesia.

Program yang telah dirancang dengan matang ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk mengikis kesenjangan digital finansial. Dengan target 25 juta benefisiary, pemerintah berusaha memastikan tidak ada lagi warga negara Indonesia yang tertinggal dari revolusi finansial modern. Setiap rupiah dari Rp1,28 triliun dialokasikan strategis untuk membiayai pembukaan rekening, edukasi literasi keuangan, hingga infrastruktur pendukung yang diperlukan agar program berjalan optimal di tingkat grassroot. Pemerintah menyadari bahwa mayoritas warga prasejahtera belum memiliki akses ke perbankan formal, padahal hal ini merupakan fondasi penting untuk mobilitas ekonomi mereka.

Kejadian ini menunjukkan prioritas pemerintah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. Dengan membuka rekening bank, warga prasejahtera diharapkan dapat mengakses layanan finansial dasar seperti menabung, transfer uang, dan bahkan mengajukan kredit mikro untuk mengembangkan usaha kecil. Program ini juga sejalan dengan target akselerasi inklusi keuangan Indonesia yang masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Data menunjukkan bahwa jutaan warga Indonesia belum memiliki rekening bank formal, padahal ini menjadi syarat utama partisipasi dalam ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Dengan dukungan Rp1,28 triliun, pemerintah berharap dapat mempercepat proses inklusi finansial ini secara signifikan.

Rencananya, program ini akan diimplementasikan melalui kemitraan dengan bank-bank nasional dan lembaga keuangan mikro. Setiap calon nasabah dari kalangan prasejahtera akan difasilitasi untuk membuka rekening dengan biaya administrasi minimal atau bahkan gratis. Pemerintah juga menyediakan pelatihan gratis tentang cara menggunakan layanan perbankan digital agar warga tidak canggung dalam bertransaksi. Dengan ekosistem yang tercipta, diharapkan 25 juta warga baru ini dapat terintegrasi ke dalam sistem finansial formal dan mulai membangun kehidupan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih cerah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow