Rp10,5 Triliun Menghilang! Kejagung Ungkap Kerugian Masif dalam Program MBG

Kejaksaan Agung melaporkan pemborosan Rp10,5 triliun dalam Program MBG. Penemuan ini terungkap dalam sidang praperadilan yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Lodewyk Pusung.

Jul 29, 2026 - 00:52
Jul 29, 2026 - 00:52
 0  0
Rp10,5 Triliun Menghilang! Kejagung Ungkap Kerugian Masif dalam Program MBG

Reyben - Sidang praperadilan membuka tabir gelap di balik program yang seharusnya memberdayakan masyarakat. Kejaksaan Agung melaporkan temuan mengejutkan: pemborosan dana mencapai Rp10,5 triliun dalam penyelenggaraan Program Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Gizi (MBG). Angka fantastis ini terungkap ketika mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, mengajukan gugatan praperadilan terkait kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani.

Proses hukum yang berlangsung di ruang sidang menghadirkan sejumlah dokumen dan laporan audit yang mengkhawatirkan. Para penyidik mengungkap mekanisme kerja program yang diduga penuh dengan celah, mulai dari pengalokasian dana hingga distribusi ke tingkat lapangan. Temuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan representasi nyata dari uang publik yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil namun hilang dalam pusaran birokrasi yang bermasalah.

Mantan pejabat BGN Lodewyk Pusung menjadi salah satu tokoh sentral dalam kasus ini. Melalui praperadilan yang dia ajukan, berbagai bukti dan keterangan mulai terbongkar ke permukaan. Sidang ini menjadi momentum penting bagi publik untuk mengetahui bagaimana sebuah program berniat baik bisa berubah menjadi ajang pemindahtanganan kekayaan negara. Kejaksaan Agung tampil dengan data konkret yang menunjukkan adanya penyimpangan signifikan dalam pengelolaan anggaran MBG selama periode tertentu.

Kasus ini menjadi cerminan dari tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam mengawasi program-program pemberdayaan ekonomi. Dengan skala kerugian mencapai puluhan triliun rupiah, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kontrol internal, mekanisme pengawasan, dan akuntabilitas di semua level. Publik menanti kejelasan lebih lanjut mengenai siapa saja yang bertanggung jawab atas kebocoran dana sebesar ini dan bagaimana pemerintah akan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program-program bantuan sosial dan ekonomi ke depannya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow