Ribka Haluk: Daerah Harus Konsisten Jalankan Rencana Pembangunan atau Rakyat Tersesat
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengingatkan pentingnya konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan perencanaan pembangunan untuk menghindari pemborosan anggaran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Reyben - Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyuarakan kekhawatiran serius terhadap inkonsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan bahwa konsistensi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen konkret yang harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin daerah. Pesan ini disampaikan dengan nada tegas, mengingat banyaknya keluhan masyarakat tentang proyek pembangunan yang tersendat atau berubah-ubah arah.
Menurut Ribka Haluk, ketidakkonsistenan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan menciptakan efek domino yang merugikan. Pertama, anggaran yang dialokasikan menjadi tidak optimal karena program sering berubah dan terjadi duplikasi pengeluaran. Kedua, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah mulai goyah ketika janji-janji pembangunan hanya tinggal janji. Ketiga, infrastruktur yang dibangun tidak sesuai kebutuhan nyata karena kurangnya riset matang sebelum perencanaan dimulai. Wamendagri ini juga menyoroti bahwa banyak daerah yang mengubah program pembangunan setiap kali ada pergantian pimpinan, padahal pembangunan adalah proses jangka panjang yang membutuhkan kontinuitas.
Dalam pandangan Ribka Haluk, konsistensi dalam pembangunan daerah harus dibangun melalui perencanaan yang matang dan transparan sejak awal. Setiap pemda perlu melibatkan masyarakat, DPRD, dan stakeholder lokal dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan panjang. Dokumen rencana yang sudah disepakati harus menjadi pegangan bersama yang tidak mudah diubah kecuali ada alasan mendesak dan persetujuan dari lembaga yang berwenang. Dia juga mengingatkan bahwa monitoring dan evaluasi berkala perlu dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transparansi dalam penggunaan anggaran juga menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami alasan di balik setiap keputusan yang diambil pemerintah daerah.
Ribka Haluk mengaitkan isu konsistensi pembangunan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Daerah yang konsisten menjalankan program pembangunan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi lebih stabil, infrastruktur lebih baik, dan tingkat kepuasan masyarakat lebih tinggi. Sebaliknya, daerah yang sering berubah arah pembangunan justru tertinggal dan masyarakatnya berpindah ke daerah lain. Oleh karena itu, Wamendagri menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri akan terus mengawasi dan membimbing pemda untuk meningkatkan konsistensi dalam setiap aspek pembangunan. Sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pejabat daerah akan ditingkatkan agar pemahaman tentang pentingnya konsistensi benar-benar tertanam dalam budaya kerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
What's Your Reaction?