Pyongyang Berdiri di Belakang Mojtaba Khamenei, Siap Lawan Tekanan AS-Israel

Korea Utara secara resmi mendukung Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran baru dan mengecam agresi militer AS-Israel, menunjukkan solidaritas kuat dalam menghadapi tekanan internasional.

Mar 11, 2026 - 16:13
Mar 11, 2026 - 16:13
 0  1
Pyongyang Berdiri di Belakang Mojtaba Khamenei, Siap Lawan Tekanan AS-Israel

Reyben - Korea Utara telah secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Pernyataan ini disampaikan dalam momen ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama setelah serangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Langkah diplomatik ini menunjukkan solidaritas yang kuat antara dua negara yang sama-sama menghadapi tekanan internasional dari blok Barat.

Pemerintah Pyongyang tidak hanya mengakui transisi kepemimpinan di Teheran, tetapi juga secara tegas mengecam setiap bentuk agresi militer yang ditujukan kepada Iran. Pernyataan resmi dari Korea Utara menekankan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran atas kedaulatan nasional dan hak asasi manusia. Dengan cara ini, Pyongyang menunjukkan posisinya sebagai pendukung setia bagi rezim Iran di tengah kepungan sanksi dan ancaman militer dari koalisi internasional yang dipimpin oleh Washington.

Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang sebelumnya, dipilih untuk memimpin negara dengan sistem khusus yang memberikan otoritas tertinggi kepada seorang wali faqih. Pengangkatan ini merupakan keputusan strategis bagi Iran untuk memastikan kontinuitas kebijakan dan stabilitas internal di tengah krisis eksternal. Korea Utara memahami tantangan yang dihadapi Iran dan memandang dukungan diplomatik ini sebagai bagian dari aliansi anti-Barat yang lebih luas.

Hubungan bilateral antara Korea Utara dan Iran telah lama bersifat strategis, mencakup kerja sama di bidang militer, teknologi nuklir, dan perdagangan internasional. Kedua negara berbagi pengalaman dalam menghadapi embargo ekonomi dan isolasi dari komunitas global yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Dengan menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei, Pyongyang tidak hanya menunjukkan solidaritas ideologis, tetapi juga memperkuat posisi barisan negara-negara yang menentang hegemoni Barat di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Konteks geopolitik saat ini menunjukkan polarisasi yang semakin tajam antara kamp yang pro-Barat dan anti-Barat. Pernyataan Korea Utara ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa aliansi antara Pyongyang dan Teheran tetap solid meskipun menghadapi berbagai tantangan. Baik Korea Utara maupun Iran memiliki kepentingan bersama untuk mempertahankan kemandirian strategis dan menolak campur tangan asing dalam urusan internal mereka.

Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran mencerminkan eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dekade terakhir. Pelanggaran atas ruang udara Iran dan penargetan infrastruktur penting dianggap oleh Pyongyang sebagai ancaman serius bukan hanya terhadap Teheran, tetapi juga terhadap stabilitas regional secara keseluruhan. Dukungan Korea Utara kepada pemimpin baru Iran menandakan komitmen untuk menghadapi tantangan ini melalui kerja sama multilateral di antara negara-negara yang memiliki visi serupa tentang tatanan dunia yang lebih adil dan setara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow