Putusan MA Batal Suket Gibran, Gibranisti Gerah pada Kemendikdasmen: 'Ini Bukan Permainan!'

Mahkamah Agung resmi membatalkan suket penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka. Gibranisti langsung menunjuk jari ke Kemendikdasmen atas keputusan yang dianggap gegabah dan tanpa perencanaan matang.

Nov 2, 2026 - 10:52
Nov 2, 2026 - 10:52
 0  6
Putusan MA Batal Suket Gibran, Gibranisti Gerah pada Kemendikdasmen: 'Ini Bukan Permainan!'

Reyben - Ketegangan semakin memanas di kubu pendukung Gibran Rakabuming Raka setelah Mahkamah Agung (MA) resmi memvonis surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA sang Wakil Presiden tidak sah dan batal demi hukum. Keputusan hakim hari Senin ini membuka luka lama yang kini disalahkan langsung kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen). Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, tidak menutup kemarahan dan menganggap langkah Kementerian sangat ceroboh dan gegabah dalam mengeluarkan dokumen penting tersebut tanpa perencanaan matang.

Menurut Ade Darmawan, Kemendikdasmen seolah-olah bermain-main dengan prosedur administrasi negara dengan secara tiba-tiba mencabut suket Gibran tanpa memberikan solusi alternatif yang jelas. "Mereka membiarkan wakil presiden kita dalam posisi yang sangat krusial tanpa memiliki surat keterangan yang sah. Ini bukan hanya masalah administratif, tetapi juga soal kredibilitas negara," ujar Ade dalam pernyataan siringnya kepada media massa pada Selasa pagi. Kritikan tajam ini menjadi indikasi bahwa kalangan Gibranisti mulai meragukan konsistensi pemerintah dalam menangani persoalan pendidikan dan administrasi kepegawaian tingkat tertinggi.

Putusan MA yang mengabulkan gugatan pihak-pihak yang meragukan validitas suket penyetaraan ijazah Gibran memang menjadi pukulan berat bagi kubu pendukung wakil presiden muda ini. Dokumen yang semula dianggap sah kini dinyatakan cacat hukum, membuka pertanyaan besar tentang bagaimana prosedur pemberian surat keterangan penyetaraan pendidikan tersebut dilakukan oleh Kemendikdasmen. Gibranisti melihat ini sebagai kelalaian sistemik dari institusi yang seharusnya menjaga integritas sistem pendidikan nasional. Mereka mendesak agar Kemendikdasmen segera memberikan penjelasan publik dan peta jalan yang transparan untuk mengatasi situasi yang kini dialami Gibran.

Sementara itu, dinamika politik yang terjadi di sekitar kasus suket Gibran terus menuai respons dari berbagai kalangan. Beberapa pengamat melihat putusan MA sebagai momentum penting bagi memperkuat independensi lembaga peradilan, sementara di sisi lain, pendukung Gibran merasa bahwa keputusan ini telah dibuat tanpa mempertimbangkan kompleksitas situasi yang dihadapi seorang pejabat tinggi negara. Kemendikdasmen diminta untuk segera ambil langkah konkret dan tidak hanya diam saja menanggung kritik keras dari publik dan kalangan pendukung Gibran. Berita ini masih terus berkembang seiring dengan berbagai reaksi dari lembaga pemerintah terkait.

Konteks lebih luas menunjukkan bahwa isu pendidikan dan verifikasi ijazah para pejabat publik menjadi sorotan tajam dalam sistem birokrasi Indonesia. Gibranisti mengingatkan bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan dengan profesionalisme tinggi dan bukan sekadar permainan politisi. Mereka juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara berbagai lembaga pemerintah agar tidak terjadi kebingungan administrasi di tingkat tertinggi, khususnya yang melibatkan para pemimpin negara. Momentum ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga untuk memperbaiki tata kelola sistem pendidikan dan verifikasi dokumen di Indonesia ke depannya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow