Puluhan Keluarga di Ciptomulyo Kaget, Tanah Warisan Turun-Temurun Dklaim sebagai Milik Pemkot Malang

Puluhan keluarga di Ciptomulyo, Malang, kini menghadapi ketidakpastian atas status tanah warisan mereka setelah pemerintah mengklaim sebagai aset milik kota. Warga meminta transparansi dan dialog untuk menyelesaikan masalah ini secara adil.

Aug 17, 2026 - 08:10
Aug 17, 2026 - 08:10
 0  4
Puluhan Keluarga di Ciptomulyo Kaget, Tanah Warisan Turun-Temurun Dklaim sebagai Milik Pemkot Malang

Reyben - Kepanikan melanda puluhan warga di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Mereka baru menyadari bahwa tanah yang telah ditempati secara turun-temurun selama puluhan tahun kini disebut sebagai aset milik Pemerintah Kota Malang. Klaim tersebut membuat para penghuni merasa terancam kehilangan rumah dan aset berharga mereka tanpa proses yang jelas dan transparan.

Para warga mengungkapkan bahwa mereka telah menghuni dan merawat tanah-tanah tersebut sejak nenek moyang mereka. Dokumentasi kepemilikan berupa surat-surat lama dan catatan administrasi lokal selama puluhan tahun menjadi bukti nyata bahwa mereka adalah penghuni sah. Namun, klaim Pemkot Malang terhadap lahan tersebut membuat status kepemilikan menjadi kabur dan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

Ketegangan ini mencerminkan masalah klasik penguasaan lahan di Indonesia yang kerap terjadi antara warga dengan pemerintah daerah. Banyak kasus serupa terjadi di berbagai kota besar, di mana kepemilikan tanah berdasarkan hak ulayat atau penguasaan faktis bertabrakan dengan klaim pemerintah atas aset publik. Para ahli hukum tata negara menekankan pentingnya klarifikasi dokumen dan proses dialog yang humanis untuk menyelesaikan permasalahan semacam ini dengan adil.

Warga Ciptomulyo saat ini sedang mencari informasi resmi dari Pemkot Malang tentang dasar hukum klaim tersebut. Mereka juga berencana mengumpulkan data dan dokumen historis untuk membuktikan hak kepemilikan mereka. Diharapkan bahwa pemerintah kota segera melakukan verifikasi independen dan membuka dialog terbuka dengan warga untuk menemukan solusi yang menguntungkan semua pihak tanpa mengorbankan hak-hak fundamental masyarakat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow