Prioritas Salah Tempat: Kenapa Generasi Muda Indonesia Pilih Gaya Daripada Gigi Sehat?

Generasi Z dan milenial lebih memilih mengalokasikan THR untuk fashion dan kosmetik dibanding perawatan gigi. Fenomena ini mencerminkan kesadaran kesehatan gigi yang masih rendah di Indonesia meskipun gigi sehat adalah investasi kesehatan jangka panjang yang penting.

Mar 11, 2026 - 22:59
Mar 11, 2026 - 22:59
 0  0
Prioritas Salah Tempat: Kenapa Generasi Muda Indonesia Pilih Gaya Daripada Gigi Sehat?

Reyben - Fenomena menarik terjadi menjelang Lebaran setiap tahunnya. Generasi Z dan milenial berbondong-bondong menghabiskan tunjangan hari raya (THR) mereka untuk membeli pakaian branded, aksesori, dan produk kosmetik terkini. Padahal, data kesehatan gigi Indonesia menunjukkan tingkat kesadaran perawatan gigi masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Ironisnya, investasi pada penampilan luar justru melebihi investasi pada kesehatan gigi yang notabene adalah bagian penting dari penampilan seseorang.

Menurut berbagai survei terbaru, hanya sekitar 37 persen masyarakat Indonesia yang rutin melakukan perawatan gigi berkala ke dokter gigi. Angka ini jauh lebih rendah dibanding negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Malaysia yang mencapai 60 persen. Padahal, gigi yang sehat dan bersih menjadi salah satu elemen utama dalam first impression. Namun kenyataannya, generasi muda nampaknya lebih tertarik mengalokasikan dana THR mereka untuk memperindah penampilan melalui fashion dan makeup. Logika sederhana ini menunjukkan ada kesenjangan dalam prioritas kesehatan yang perlu diperhatikan dengan serius.

Psikolog konsumen menjelaskan fenomena ini bukanlah kebetulan semata. Di era media sosial seperti saat ini, generasi Z dan milenial terdorong untuk menciptakan personal branding yang menarik secara visual di platform digital. Gaya berpakaian dan makeup menjadi lebih terlihat dalam foto dan video, sementara kesehatan gigi sering diabaikan karena tidak berdampak langsung pada performa konten media sosial mereka. Ditambah lagi, biaya perawatan gigi yang cukup mahal membuat generasi muda memilih alternatif pengeluaran yang menurut mereka memberikan return of investment lebih cepat dan terlihat. Mindset inilah yang kemudian menjadi pemicu rendahnya kesadaran kesehatan gigi di kalangan demografis tersebut.

Para ahli kesehatan gigi mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas tren ini. Gigi yang tidak terawat tidak hanya berpengaruh pada estetika, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit serius seperti diabetes dan penyakit jantung. Dokter gigi menyarankan agar generasi muda mulai mengubah perspektif mereka terhadap kesehatan gigi sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran sesaat. Mereka juga merekomendasikan untuk mulai membiasakan diri dengan check-up gigi minimal enam bulan sekali dan membuat perawatan gigi sebagai bagian dari rutinitas harian.

Gerakan edukasi kesehatan gigi perlu ditingkatkan secara signifikan, terutama di kalangan generasi milenial dan Z. Kampanye kesadaran yang melibatkan influencer dan content creator lokal dirasa efektif untuk mengubah narrative bahwa gigi sehat adalah bagian dari gaya hidup modern yang aspirational. Pemerintah dan industri kesehatan juga perlu berkolaborasi untuk membuat paket perawatan gigi yang lebih terjangkau. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dapat meningkat dan tidak lagi menjadi prioritas tertinggal di mata generasi muda Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow