Presiden Iran Balas Keras Tuduhan Trump: 'Kami adalah Korban Terorisme, Bukan Pelakunya'
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah keras tuduhan Trump bahwa negaranya mendukung terorisme, justru menyatakan bahwa Iran adalah korban utama dari aksi teror global yang berkelanjutan.
Reyben - Presiden Iran Masoud Pezeshkian melayangkan kritik tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hadapan forum internasional. Dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di New York, pemimpin Republik Islam Iran tersebut dengan tegas membantah tuduhan bahwa negerinya mendukung organisasi terorisme. Pezeshkian menekankan bahwa justru Iran sendiri yang telah menjadi korban utama dari aksi-aksi terorisme selama bertahun-tahun, sehingga pernyataan Trump dinilainya sangat tidak adil dan keliru dalam menilai situasi geopolitik regional.
Pemimpin negara dengan populasi lebih dari 90 juta jiwa ini mengangkat suara di panggung dunia untuk mengklarifikasi posisi Iran terkait isu keamanan global. Menurut Pezeshkian, pemerintahnya telah konsisten melawan segala bentuk ekstremisme dan radikalisme yang mengancam stabilitas regional. Dia menekankan bahwa Iran memiliki catatan panjang dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris yang menargetkan infrastruktur sipil dan militer negerinya. Pernyataan Trump dianggap sebagai bagian dari narasi barat yang bias dan tidak mengakui kontribusi riil Iran dalam memerangi terorisme internasional.
Dalam pidatonya yang penuh penekanan, Pezeshkian mengingatkan komunitas internasional tentang berbagai serangan terorisme yang telah menghancurkan kehidupan ribuan warga sipil Iran. Dia menyebut bahwa negara-negara barat sering kali menggunakan tuduhan terorisme sebagai alat politik untuk memojokkan lawan geopolitik mereka tanpa bukti konkret yang solid. Presiden Iran mendesak PBB untuk bertindak lebih objektif dalam mengevaluasi isu keamanan global dan tidak membiarkan diri dipengaruhi oleh kepentingan geopolitik negara-negara adidaya. Pezeshkian juga menekankan bahwa dialog konstruktif dan pengakuan mutual adalah kunci untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil.
Tutur kata Pezeshkian mencerminkan frustrasi mendalam yang dirasakan pemerintah Iran terhadap stigmatisasi berkelanjutan di panggung dunia. Dia menunjukkan bahwa standar ganda dalam mengukur terorisme telah menjadi masalah serius dalam hubungan internasional modern. Dengan nada yang tegas namun diplomatis, pemimpin Iran mengajak negara-negara anggota PBB untuk meninjau kembali kebijakan mereka dan memberikan kesempatan kepada Iran untuk menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian regional. Respons Pezeshkian terhadap Trump ini menandai eskalasi retori dalam ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Washington dan Teheran.
What's Your Reaction?