Pramono Janji Tinjau Ulang Metode Pembuangan Ikan Sapu-sapu, Respons Keras dari MUI Jadi Sorotan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjanjikan evaluasi mendalam terhadap metode penguburan ikan sapu-sapu dalam kondisi hidup, merespons kritik tajam dari Majelis Ulama Indonesia yang menekankan nilai kesejahteraan hewan dalam agama Islam.

Apr 20, 2026 - 13:51
Apr 20, 2026 - 13:51
 0  2
Pramono Janji Tinjau Ulang Metode Pembuangan Ikan Sapu-sapu, Respons Keras dari MUI Jadi Sorotan

Reyben - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara merespons keberatan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait prosedur pembuangan ikan sapu-sapu yang selama ini dilakukan dalam kondisi masih hidup. Menanggapi sorotan publik yang terus membuncah, Pramono menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penguburan ikan-ikan invasif tersebut yang ditangkap dari perairan ibu kota. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mendengarkan berbagai masukan dari stakeholder, khususnya organisasi keagamaan yang concern terhadap kesejahteraan hewan.

Konteks persoalan ini berawal dari praktik pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara reguler menangkap dan menguburkan ikan sapu-sapu tanpa memberikan perlakuan khusus sebelum pembuangan. Ikan sapu-sapu, yang merupakan spesies ikan invasif dari Amerika Selatan, dinilai menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan Jakarta. Namun, cara penanganannya yang dirasa kurang manusiawi membuat MUI mengeluarkan pernyataan prihatin. Organisasi yang memiliki pengaruh kuat di kalangan umat Islam ini menekankan bahwa setiap makhluk hidup seharusnya diperlakukan dengan hormat, termasuk hewan-hewan yang dianggap hama sekalipun. MUI menunjuk pada ajaran agama Islam yang mengajarkan tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama makhluk Tuhan.

Respons Pramono ini menunjukkan kesadaran pemerintah untuk mencari titik temu antara kebutuhan lingkungan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Evaluasi yang akan dilakukan diharapkan dapat menghasilkan alternatif metode yang lebih terukur dan bertanggung jawab. Beberapa opsi yang mungkin dipertimbangkan antara lain memberikan anestesi kepada ikan sebelum prosedur pembuangan, atau mencari cara lain untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu tanpa harus mengorbankan prinsip kesejahteraan hewan. Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga hubungan baik dengan berbagai kelompok kepentingan di masyarakat.

Meskipun kehadiran ikan sapu-sapu memang terbukti merusak ekosistem perairan Jakarta dengan cara makan dasar sungai dan mempercepat erosi, penanganan yang lebih manusiawi tetap menjadi prioritas. Pemerintah Provinsi DKI dihadapkan pada tantangan kompleks untuk menyeimbangkan kepentingan konservasi lingkungan dengan nilai-nilai moral dan agama yang dianut masyarakat. Komitmen Pramono untuk melakukan evaluasi dianggap sebagai langkah positif menuju solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan responsivitas pemerintah terhadap isu-isu yang menyentuh aspek kemanusiaan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow