Praktik Dapur yang Mencurigakan: BGN Buka Laporan Kelalaian SPPG Bawang Usai Insiden Keracunan Pangan
BGN mengeluarkan teguran keras ke SPPG Bawang setelah ditemukan praktik berbahaya dalam pengolahan makanan program gizi sekolah, termasuk telur yang dimasak dari malam sebelumnya.
Reyben - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengeluarkan teguran keras kepada Sekolah Penerima Program Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pasca ditemukannya kasus diduga keracunan pangan yang melibatkan peserta didik. Investigasi awal menunjukkan bahwa kelalaian dalam protokol pengolahan makanan menjadi akar permasalahan, khususnya terkait penyimpanan dan persiapan bahan makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan nasional.
Tindakan tegas BGN diambil setelah menemukan fakta mengkhawatirkan bahwa sejumlah makanan, terutama telur, telah dimasak sejak malam hari sebelumnya namun tetap disajikan kepada anak-anak tanpa penyimpanan yang tepat. Temuan ini menunjukkan adanya pemahaman yang dangkal terhadap risiko kontaminasi bakteri patogen yang dapat berkembang biak dalam waktu lama pada suhu ruangan. Institusi gizi nasional menekankan bahwa praktik seperti ini membahayakan kesehatan ribuan murid yang seharusnya menerima manfaat optimal dari program pemenuhan gizi sekolah.
Hasil pemeriksaan mendalam mengungkapkan bahwa manajemen dapur SPPG Bawang belum mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya menjadi panduan utama. Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, proses pencucian, pengolahan, hingga penyimpanan makanan jadi, semua tahapan menunjukkan celah keamanan yang signifikan. BGN tidak hanya menegur, tetapi juga menetapkan deadline perbaikan dan melakukan monitoring berkala untuk memastikan setiap aspek keamanan pangan tertangani dengan seksama dan profesional.
Kasus ini menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi tenaga yang bekerja di dapur sekolah dan mekanisme pengawasan yang lebih ketat dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. BGN telah berkomitmen untuk melakukan revitalisasi program pemeriksaan kesehatan dan memberikan edukasi intensif kepada seluruh staf SPPG se-Kabupaten Batang agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
What's Your Reaction?