Prabowo Peringatkan Budaya Saling Jatuhkan: Kapan Indonesia Mau Tumbuh Bersama?

Presiden Prabowo menyoroti budaya saling jatuhkan dalam masyarakat Indonesia, menganalogikannya dengan perilaku kepiting yang saling tarik turun. Dia menekankan bahwa perubahan mental ini krusial untuk kemajuan bangsa.

Jul 10, 2026 - 00:06
Jul 10, 2026 - 00:06
 0  0
Prabowo Peringatkan Budaya Saling Jatuhkan: Kapan Indonesia Mau Tumbuh Bersama?

Reyben - Presiden Prabowo Subianto kembali mengangkat isu yang dinilainya menjadi penghambat kemajuan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan berbicara, Prabowo menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai "mental kepiting" – sebuah perilaku kolektif di mana masyarakat cenderung iri dan berusaha menjatuhkan sesama yang sedang meraih kesuksesan. Diagnosis keras ini bukan sekadar kritik biasa, melainkan seruan mendalam terhadap kesadaran kolektif yang perlu segera berubah jika Indonesia ingin maju.

Mental kepiting sendiri adalah istilah yang menganalogikan perilaku kepiting dalam keranjang. Ketika satu kepiting berusaha keluar, kepiting lainnya akan menarik turun ke dalam. Tanpa perlu koordinasi, mereka secara instingtif saling mengganggu untuk tetap berada di level yang sama. Prabowo melihat fenomena serupa terjadi dalam masyarakat Indonesia – ketika seseorang mulai sukses, bukannya diberi dukungan, malah menjadi sasaran kecemburuan dan usaha penggiringan opini negatif. Ini menciptakan lingkaran setan di mana orang-orang potensial justru takut untuk berkembang.

Pernyataan presiden ini relevan mengingat banyak cerita sukses di Indonesia yang sempat terhenti karena serangan personal, fitnah, atau kampanye pembunuhan karakter. Tokoh-tokoh yang ingin berbuat baik sering menghadapi resistensi sosial yang tidak rasional. Ketika seseorang menawarkan inovasi atau perubahan positif, alih-alih dievaluasi ide-idenya, justru orang itu yang diserang. Fenomena ini terlihat di berbagai sektor – mulai dari dunia bisnis, pendidikan, olahraga, hingga aktivisme sosial. Hasilnya, banyak talenta terbaik yang justru memilih untuk keluar dari Indonesia atau menyembunyikan potensi mereka agar tidak menjadi bahan gossip.

Prabowo menekankan bahwa perubahan mental ini harus dimulai dari tingkat kesadaran masyarakat. Dia mengajak setiap individu untuk melakukan introspeksi diri – apakah kita telah menjadi "kepiting" yang saling tarik-menarik ke bawah? Pertanyaan filosofis ini bukan sekadar seruan moral, tetapi diagnosis atas penyakit sosial yang menggerogoti daya saing nasional. Ketika energi masyarakat habis untuk saling menjatuhkan, otomatis tenaga kreatif dan produktif berkurang drastis. Negara tidak bisa berkembang maksimal jika sumber daya manusianya sibuk dengan aktivitas destruktif.

Untuk mengubah narasi, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo mengajak semua pihak untuk memulai budaya apresiasi dan dukungan terhadap sesama. Bukan berarti menghilangkan kritik konstruktif atau akuntabilitas publik, tetapi mengubah nada dari destruksi menjadi pembangunan. Ketika seseorang berhasil, itu seharusnya menjadi inspirasi dan bukti bahwa orang Indonesia bisa mencapai hal besar. Mentalitas "crab mentality" ini harus diganti dengan semangat "kita bisa tumbuh bersama" yang lebih inklusif dan kolaboratif.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow