Prabowo Buka Suara: Negara Asing Datang Berbisnis, Berakhir Merampok Kekayaan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyindir kedatangan delegasi negara asing ke Indonesia, menilai mereka datang dengan modus berbisnis namun berakhir merampok sumber daya alam. Kritik tajam ini menekankan perlunya Indonesia lebih selektif memilih mitra bisnis internasional.

Jul 12, 2026 - 17:52
Jul 12, 2026 - 17:52
 0  0
Prabowo Buka Suara: Negara Asing Datang Berbisnis, Berakhir Merampok Kekayaan Indonesia

Reyben - Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan pernyataan tegas terkait kedatangan delegasi dan perwakilan negara asing ke Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak menahan diri untuk menyindir perilaku tamu-tamu internasional yang menurutnya seringkali tidak menunjukkan etika yang semestinya. Presiden paling senior di Asia Tenggara ini menegaskan bahwa banyak negara yang datang dengan modus berbisnis, namun pada praktiknya melakukan eksploitasi sumber daya alam Indonesia secara berlebihan.

Menurut Prabowo, pola yang terlihat cukup jelas adalah kedatangan awal dengan sikap ramah dan profesional untuk membangun kepercayaan. Namun seiring waktu berjalan, tujuan sebenarnya mulai terbongkar melalui berbagai praktik yang merugikan. Presiden tersebut menggunakan ungkapan yang cukup kontroversial, menyamakan aksi tersebut dengan "merampok" karena cara mereka mengambil keuntungan maksimal dari sumber daya alam tanpa memberikan kontribusi yang seimbang kepada rakyat Indonesia. Kritik ini menjadi perhatian khusus karena disampaikan langsung oleh figur tertinggi negara.

Prabowo dalam pidatonya menekankan pentingnya Indonesia untuk lebih selektif dalam memilih mitra bisnis internasional. Beliau mengkritisi pola lama di mana negara berkembang seperti Indonesia sering kali menjadi "mangsa" dari pihak asing yang datang dengan kepentingan ekonomi tersembunyi. Presiden meminta para pembuat kebijakan dan pengusaha lokal untuk lebih waspada dan tidak tergesa-gesa dalam menandatangani kesepakatan bisnis tanpa perhitungan matang terhadap dampak jangka panjang. Pesan ini jelas tertuju pada pentingnya melindungi kepentingan nasional.

Pernyataan Prabowo ini relevan mengingat Indonesia sedang dalam posisi penting sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah. Tidak hanya itu, posisi geografis strategis di jalur perdagangan global membuat Indonesia menjadi sasaran menarik bagi berbagai pihak asing. Dengan menyuarakan kekhawatiran ini, Prabowo seolah memberikan warning kepada seluruh elemen pemerintahan dan swasta untuk bersama-sama menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Momentum ini penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa negosiasi internasional harus menguntungkan semua pihak, bukan hanya pihak asing.

Respons dari pernyataan presiden ini kemungkinan akan menjadi topik perbincangan dalam beberapa waktu ke depan. Beberapa kalangan mungkin akan setuju bahwa Indonesia memang perlu lebih hati-hati dalam membuka pintu bagi investor asing, sementara pihak lain mungkin akan mengkhawatirkan dampak pernyataan ini terhadap iklim investasi di tanah air. Apapun perspektifnya, pesan Prabowo telah jelas menempatkan perlindungan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap transaksi bisnis internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow