Polusi Asap Karhutla Ancam Kesehatan Pelajar, DPR Usul Libur Sekolah di Kalimantan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendesak pemerintah meliburkan sekolah di Kalimantan sementara waktu untuk menyelamatkan pelajar dari paparan asap karhutla yang berbahaya.

Aug 21, 2026 - 15:52
Aug 21, 2026 - 15:52
 0  3
Polusi Asap Karhutla Ancam Kesehatan Pelajar, DPR Usul Libur Sekolah di Kalimantan

Reyben - Kualitas udara yang semakin memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan telah memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pembuat kebijakan. Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, mengajukan usulan konkret kepada pemerintah agar mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Kalimantan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan ribuan siswa yang setiap harinya terpapar asap tebal akibat bencana alam tersebut.

Menurut pandangan Irfani, risiko kesehatan yang dihadapi pelajar tidak bisa diabaikan begitu saja. Udara yang tercemar polutan berbahaya dari pembakaran biomassa dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan, iritasi mata, hingga komplikasi penyakit kronis pada sistem respirasi. Dia menekankan bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk mengutamakan kesejahteraan siswa dibandingkan target pembelajaran akademik semata. Dengan kondisi udara yang mencapai kategori "tidak sehat" atau bahkan "sangat tidak sehat", memaksa siswa untuk tetap hadir di sekolah sama artinya dengan membiarkan mereka berada di zona berbahaya.

Usulan libur sekolah darurat ini bukan sekadar reaksi emosional, melainkan sebuah pertimbangan yang didukung oleh data epidemiologis dan penelitian kesehatan lingkungan. Berbagai studi telah membuktikan bahwa paparan jangka pendek terhadap polusi udara buruk dapat mengurangi kapasitas kognitif anak-anak dan mengganggu konsentrasi belajar mereka. Ditambah lagi, kelompok usia sekolah termasuk populasi yang paling rentan terhadap efek negatif polusi udara karena sistem imun mereka masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, memberikan waktu istirahat kepada siswa bukan dianggap sebagai pemborosan waktu pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan generasi muda.

Pemerintah sekarang dihadapkan dengan pilihan yang tidak mudah: tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar normal dengan risiko kesehatan yang tinggi, ataukah menutup sementara institusi pendidikan hingga kondisi kualitas udara kembali normal. Komisi X DPR, yang memiliki jurisdiksi khusus atas bidang pendidikan dan kesehatan, sedang bekerja keras menekan eksekutif agar mengambil keputusan yang tepat dan pro-rakyat. Pendekatan holistik terhadap masalah ini dinilai penting, mengingat karhutla bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat secara luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow