Polisi Nonton Bola Saat Terima Laporan KDRT, Korban Merasa Diabaikan dan Marah Besar
Seorang korban KDRT mengalami pengalaman buruk saat melaporkan kasus kekerasan ke Polsek Cengkareng. Bukannya mendapat respons serius, dia malah menyaksikan petugas sibuk menonton bola. Insiden viral ini memicu kemarahan publik dan respons dari Polres Jakarta Barat.
Reyben - Sebuah insiden memalukan kembali mencoreng citra kepolisian Indonesia. Seorang korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melaporkan pengalaman pahitnya saat datang ke Polsek Cengkareng untuk membuat laporan polisi. Bukannya mendapat respons serius dari petugas, dia justru menyaksikan anggota kepolisian yang sibuk menonton pertandingan bola sambil mendengarkan laporannya. Kejadian yang viral di media sosial ini memicu kemarahan publik dan pertanyaan serius tentang profesionalisme aparat penegak hukum.
Korban KDRT tersebut mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah video yang kemudian beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana petugas polisi lebih fokus mengikuti jalannya pertandingan sepak bola daripada memberikan perhatian penuh kepada korban yang sedang dalam kondisi trauma. Sikap abai dan kurang responsif ini tentu saja menambah luka batin korban yang sudah menderita akibat kekerasan. Banyak netizen yang mengecam perilaku ini sebagai bentuk ketidakprofesionalan dan kurangnya empati terhadap korban kejahatan.
Merespons kasus yang viral tersebut, pihak Polres Jakarta Barat akhirnya angkat bicara untuk memberikan penjelasan. Kepolisian menyatakan bahwa insiden ini tidak mencerminkan standar pelayanan dan profesionalisme yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap anggota kepolisian. Polres Jakbar berkomitmen untuk melakukan investigasi internal terhadap petugas yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka juga menekankan bahwa setiap laporan dari masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kekerasan, harus ditangani dengan serius dan penuh dedikasi tanpa ada gangguan apapun.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi kepolisian untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan komitmen melayani masyarakat. Korban KDRT memerlukan perlakuan khusus dan penuh kehati-hatian, mengingat mereka dalam situasi yang sangat rentan dan membutuhkan dukungan dari pihak yang berwenang. Tindakan tegas dari manajemen kepolisian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran disiplin ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.
What's Your Reaction?