Pisang Gulung Wijen Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Omset Naik 40 Persen

Jelang Lebaran, penjualan pisang gulung wijen khas Magetan meningkat signifikan hingga 40 persen. Pelaku UMKM kuliner harus menambah produksi untuk memenuhi permintaan yang melimpah dari berbagai daerah.

Mar 15, 2026 - 12:50
Mar 15, 2026 - 12:50
 0  0
Pisang Gulung Wijen Magetan Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran, Omset Naik 40 Persen

Reyben - Memasuki bulan Ramadan dan menjelang perayaan Lebaran, bisnis kuliner tradisional kembali menunjukkan performa gemilang. Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor makanan melaporkan peningkatan signifikan dalam volume penjualan, khususnya untuk produk camilan khas daerah. Pisang gulung wijen asal Magetan, salah satu kuliner legendaris yang diminati pasar lokal hingga mancanegara, mengalami lonjakan pesanan mencapai 40 persen dibanding periode normal. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi membeli oleh-oleh dan hadiah untuk keluarga masih menjadi bagian integral dari budaya Lebaran masyarakat Indonesia.

Permintaan yang melonjak drastis ini tentu saja membawa kegembiraan tersendiri bagi para pengusaha kecil yang bergantung pada penjualan produk makanan tradisional. Pisang gulung wijen dengan tekstur renyah, cita rasa manis yang pas, dan kemasan menarik terbukti menjadi pilihan favorit konsumen untuk berbagai keperluan. Mulai dari oleh-oleh keluarga, hadiah untuk rekan kerja, hingga pesanan grosir untuk acara-acara khusus, semua berdatangan sekaligus di saat menjelang liburan besar. Para pengusaha UMKM menceritakan bahwa mereka harus menambah jam produksi dan merekrut tenaga kerja tambahan untuk memenuhi permintaan yang melimpah tanpa mengorbankan kualitas produk.

Ketua Kelompok UMKM Kuliner Magetan, Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa peningkatan penjualan ini merupakan hasil dari kepercayaan konsumen yang telah dibangun selama bertahun-tahun. "Kami selalu menjaga kualitas bahan baku dan proses produksi yang higienis. Konsumen tahu bahwa pisang gulung wijen kami dibuat dengan cinta dan tanggung jawab," ujarnya dengan bangga. Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui program pelatihan dan akses ke pasar yang lebih luas, sehingga produk Magetan semakin dikenal di berbagai daerah. Strategi pemasaran digital juga dimulai diterapkan, dengan beberapa pengusaha membuka toko online untuk menjangkau pembeli dari berbagai kota.

Trend positif ini sekaligus menjadi cerminan dari ekonomi rakyat yang masih tahan di tengah berbagai tantangan. UMKM kuliner terbukti sebagai sektor yang resilient dan adaptif dalam menghadapi perubahan musiman maupun kondisi pasar yang dinamis. Ke depannya, diharapkan momentum penjualan tinggi ini tidak hanya terjadi pada musim Lebaran saja, tetapi dapat dipertahankan sepanjang tahun melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang lebih agresif. Dengan terus mendukung UMKM lokal, masyarakat tidak hanya menikmati kuliner berkualitas tetapi juga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow