Pemilik Piscok Pocin Klarifikasi Hubungan dengan Saepul, Pelaku Brutal di Depok
Pemilik Piscok Pocin memberikan klarifikasi terkait keterlibatan nama bisnis mereka dalam kasus mutilasi Kunaefi oleh Saepul di Depok. Mereka menegaskan tidak ada hubungan apapun dengan tersangka dan meminta media bertanggung jawab menyebarkan informasi terverifikasi.
Reyben - Kasus pembunuhan berdarah yang mengguncang Depok, Jawa Barat, kembali membuka lembaran baru setelah pemilik usaha pisang cokelat terkenal di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin) memutuskan angkat bicara. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media, pengelola Piscok Pocin menjelaskan posisi mereka terkait keterlibatan Saepul, tersangka kasus mutilasi terhadap Kunaefi (51), yang turut melibatkan nama bisnis mereka dalam pusaran investigasi.
Mencuat sejak awal pekan lalu, kasus mutilasi Kunaefi menjadi salah satu insiden kriminal yang paling menggegerkan di kawasan Jabodetabek. Saepul, yang dikonfirmasi sebagai pelaku utama, diduga melakukan pembunuhan dengan cara yang sangat keji sebelum membagikan cerita kelam tersebut di berbagai platform media sosial. Penyelidikan berlanjut ketika nama Piscok Pocin menjadi bagian dari narasi kasus, memicu spekulasi publik mengenai hubungan antara tersangka dengan pemilik bisnis tersebut.
Pemilik Piscok Pocin dalam keterangan resmi mereka menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan bisnis apapun dengan Saepul, baik sebagai karyawan tetap, karyawan kontrak, maupun dalam kapasitas lainnya. Mereka menyatakan bahwa munculnya nama bisnis mereka dalam kasus ini adalah hasil dari kesalahpahaman atau kemungkinan informasi yang tidak akurat yang beredar di media massa. Manajemen toko juga mengimbau masyarakat untuk tidak menghubungkan operasional bisnis mereka dengan tindak kriminal yang sedang ditangani kepolisian.
Meskipun telah memberikan klarifikasi, pemilik usaha kuliner ini mengakui dampak negatif yang dirasakan sejak nama mereka menjadi perbincangan publik. Mereka memohon kepada aparat penegak hukum untuk melanjutkan investigasi secara profesional dan mengharapkan media massa bertanggung jawab dalam melaporkan fakta yang terverifikasi. Polda Metro Jaya sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi merespons klarifikasi tersebut, namun investigasi masih terus dilanjutkan untuk mengungkap segala aspek dari kasus yang menggemparkan ini.
What's Your Reaction?