Pembelajaran Daring Ditolak Keras, Sekolah Pilih Tetap Tatap Muka Meski Krisis BBM

Pembelajaran daring untuk penghematan BBM ditolak keras oleh guru, orangtua, dan ahli pendidikan. Mereka khawatir sistem online merusak kualitas belajar dan perkembangan sosial anak. Sekolah memilih tetap melakukan pembelajaran tatap muka dengan mencari alternatif penghematan energi lainnya.

Mar 25, 2026 - 14:32
Mar 25, 2026 - 14:32
 0  0
Pembelajaran Daring Ditolak Keras, Sekolah Pilih Tetap Tatap Muka Meski Krisis BBM

Reyben - Rencana pembelajaran jarak jauh yang sempat bergulir sebagai solusi penghematan bahan bakar minyak terpaksa batal demi menjaga kualitas pendidikan anak-anak Indonesia. Berbagai stakeholder pendidikan dari guru, orangtua, hingga psikolog anak bersatu suara menolak kebijakan sekolah daring yang dianggap merugikan generasi muda. Meski krisis energi terus mengancam, sektor pendidikan memilih mempertahankan sistem tatap muka sebagai prioritas utama dalam proses belajar mengajar.

Kritik tajam datang dari berbagai pihak yang melihat pembelajaran daring bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman serius terhadap perkembangan holistik siswa. Guru-guru melaporkan bahwa interaksi langsung di kelas memiliki peran fundamental yang tidak bisa digantikan oleh layar komputer atau smartphone. Mereka menemukan bahwa siswa membutuhkan feedback real-time, bimbingan personal, dan suasana belajar yang menciptakan ikatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Penelitian psikologi pun menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh mengakibatkan peningkatan kecemasan, isolasi sosial, dan penurunan motivasi belajar di kalangan anak-anak.

Orangtuapun turut mengangkat keprihatinan mendalam atas rencana pembelajaran daring ini. Selain khawatir akan kualitas pendidikan, mereka juga kesulitan mengawasi anak-anak yang belajar dari rumah sambil menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri. Aspek sosialisasi anak juga menjadi perhatian serius, mengingat sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu tetapi juga wahana pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Komunitas orangtua aktif mengorganisir diskusi dan pertemuan untuk menyuarakan keberatan mereka kepada pihak sekolah dan dinas pendidikan.

Untuk mengatasi dilema penghematan BBM tanpa mengorbankan kualitas pendidikan, berbagai alternatif mulai dipertimbangkan. Beberapa sekolah mengeksplorasi pengurangan jam operasional, optimalisasi rute transportasi, hingga pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung operasional sekolah. Kerjasama dengan pemerintah lokal juga diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif, baik melalui subsidi BBM khusus sektor pendidikan maupun program pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih efisien. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan sekolah tetap dapat beroperasi secara normal sekaligus berkontribusi pada upaya penghematan energi nasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow