Pegawai SPBU Breakdown di Hadapan Gubernur Bali, Cerita Kelam Jam Kerja Tanpa Henti

Video viral menampilkan pegawai SPBU yang breakdown di hadapan Gubernur Bali, mengungkap kondisi kerja yang melelahkan tanpa istirahat memadai. Pertamina kini berkomitmen memperbaiki sistem jadwal kerja dan kesejahteraan karyawan.

Oct 15, 2026 - 18:01
Oct 15, 2026 - 18:01
 0  5
Pegawai SPBU Breakdown di Hadapan Gubernur Bali, Cerita Kelam Jam Kerja Tanpa Henti

Reyben - Sebuah video viral mengguncang media sosial beberapa waktu lalu, menampilkan momen mengharukan seorang pekerja SPBU yang sudah mencapai batas ketahanan fisik dan mentalnya. Di hadapan langsung Gubernur Bali Wayan Koster, pegawai tersebut tidak mampu lagi menahan kesedihan dan kelelahan yang telah menumpuk. Insiden ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan kondisi kerja yang memprihatinkan di lapangan, khususnya di sektor retail energi yang beroperasi 24 jam nonstop.

Dari potongan video yang tersebar, terlihat jelas bahwa pegawai SPBU tersebut telah mengalami tekanan psikologis yang luar biasa. Air mata mengalir saat dia berbicara tentang beban kerja berlebihan tanpa istirahat yang cukup. Gubernur Bali sendiri tampak terkejut mendengar langsung testimoni dari lapangan tentang kondisi kerja yang jauh dari standar kemanusiaan. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa di balik operasional SPBU yang ramai setiap hari, ada cerita-cerita pekerja yang mencurahkan tenaga hingga mereka hampir collaps secara emosional.

Menanggapi viral video tersebut, pihak Pertamina sebagai pengelola SPBU utama di Indonesia langsung mengambil tindakan serius. Perusahaan berkomitmen untuk mengatur ulang jadwal istirahat pegawai dan mengevaluasi sistem manajemen kerja yang selama ini diterapkan. Direktur Pertamina mengakui bahwa feedback dari lapangan ini menjadi alarm penting untuk introspeksi diri dan perbaikan kebijakan ketenagakerjaan. Rencana intervensi mencakup penambahan tenaga kerja, rotasi shift yang lebih manusiawi, dan program kesejahteraan karyawan yang lebih komprehensif untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.

Kasus ini membuka percakapan lebih luas tentang hak-hak pekerja di industri energi dan retail. Banyak pihak mengingatkan bahwa karyawan SPBU, meskipun bekerja di sektor esensial, tetap berhak mendapatkan kondisi kerja yang layak sesuai regulasi ketenagakerjaan Indonesia. Momentum ini diharapkan tidak hanya menciptakan perubahan di Pertamina, tetapi juga menjadi rujukan bagi perusahaan lain untuk mengevaluasi kebijakan kerja mereka agar lebih mengutamakan kesejahteraan SDM.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow