NewJeans Tersandung Kasus Plagiarisme: Lagu ETA Diduga Curi Melodi dari Produser Legendaris, Apple Juga Terikat
Lagu 'ETA' dari NewJeans kini menjadi pusat kontroversi plagiarisme setelah dituduh mengambil elemen instrumental dari 'Samir's Theme' karya DJ Debonair Samir dari tahun 2005. Apple Music juga terseret dalam gugatan ini.
Reyben - Grup idola Korea Selatan NewJeans kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena pencapaian mereka yang membanggakan. Lagu berjudul "ETA" yang menjadi salah satu track unggulan mereka kini terjerat kontroversi plagiarisme yang melibatkan platform streaming Apple Music. Tuduhan tersebut bermula dari klaim bahwa NewJeans dan tim produksi mereka diduga menggunakan elemen instrumental dari sebuah lagu dance yang sudah tercipta sejak 2005 silam, tanpa memberikan kredit atau izin yang semestinya kepada pencipta originalnya.
Menurut laporan yang beredar, lagu "ETA" memiliki kesamaan signifikan dengan "Samir's Theme," sebuah karya dari produser ternama DJ Debonair Samir yang dirilis pada tahun 2005. Kesamaan tersebut terletak pada komposisi instrumentasi yang menjadi fondasi utama dari "ETA," menunjukkan pola melodi dan struktur beat yang sangat mirip dengan lagu dance legendaris itu. Para ahli musik yang menganalisis kedua trek tersebut menemukan kecocokan yang terlalu tinggi untuk dianggap sebagai kebetulan semata. Penemuan ini segera menjadi viral di media sosial, memicu diskusi panjang di kalangan penggemar musik dan profesional industri entertainment tentang integritas artistik dan penghormatan terhadap karya-karya pendahulu.
Yang membuat kasus ini semakin rumit adalah keterlibatan Apple sebagai salah satu pihak yang tergugat. Sebagai platform distribusi resmi lagu-lagu NewJeans, termasuk track "ETA," Apple dinilai turut bertanggung jawab dalam menyebarkan konten yang diduga melanggar hak cipta. Dalam ekosistem musik digital modern, perusahaan teknologi besar seperti Apple memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi dan quality control sebelum mendistribusikan konten kepada jutaan pengguna mereka. Keterlibatan Apple dalam kasus ini membuka pertanyaan baru tentang standar moderasi konten dan proses screening yang seharusnya lebih ketat dalam industri streaming music.
Kasus NewJeans ini menambah deretan insiden plagiarisme di industri K-pop yang kerap mencuri perhatian internasional. Sebelumnya, beberapa grup dan produser K-pop juga pernah menghadapi tuduhan serupa atas karya mereka. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh industri musik untuk lebih menghargai karya-karya orisinal dan proses penciptaan yang terukur. Bagi NewJeans sendiri, kontroversi ini tentu menjadi tantangan besar mengingat popularitas grup yang telah membangun reputasi sebagai artis inovatif di panggung global.
Respon dari pihak NewJeans dan agensi mereka belum mengeluarkan statement resmi pada saat penulisan artikel ini. Sementara itu, DJ Debonair Samir dan tim legal-nya dilaporkan sedang mempersiapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menuntut hak-hak yang mereka yakini telah dilanggar. Para pengamat industri musik menyatakan bahwa kasus ini akan menjadi preseden penting dalam menentukan bagaimana industri K-pop dan platform streaming global menangani persoalan intellectual property di masa mendatang.
What's Your Reaction?