Muhammadiyah Peringatkan: Pembakaran Lahan Bukan Solusi, Negara Harus Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Muhammadiyah mengeluarkan desakan tegas kepada pemerintah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla dengan mekanisme yang lebih ketat, sambil mengajak masyarakat menghentikan praktik pembakaran lahan yang merugikan lingkungan dan kesehatan publik.

Oct 21, 2026 - 11:05
Oct 21, 2026 - 11:05
 0  2
Muhammadiyah Peringatkan: Pembakaran Lahan Bukan Solusi, Negara Harus Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Reyben - Organisasi Muhammadiyah kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap praktik pembakaran lahan yang terus menjadi masalah serius di Indonesia. Dalam pernyataannya, organisasi terbesar di negeri ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti melakukan pembakaran lahan sebagai metode pengolahan tanah yang dianggap praktis namun sangat merugikan lingkungan dan kesejahteraan publik. Muhammadiyah tidak hanya berhenti di sekadar ajakan moral, tetapi juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan mekanisme pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan standar yang lebih ketat dan terukur.

Persoalan karhutla di Indonesia memang bukan isu baru, namun terus berulang setiap tahun dengan dampak yang semakin merugikan. Dari perspektif Muhammadiyah, pencegahan harus dimulai dari akar permasalahan, yaitu mengubah mindset para pelaku pembakaran lahan yang masih menganggap metode ini sebagai cara tercepat dalam mempersiapkan lahan untuk ditanami. Organisasi ini mengingatkan bahwa polusi udara yang dihasilkan dari pembakaran lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga merugikan kesehatan masyarakat secara langsung, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Edukasi intensif kepada para petani dan pelaku usaha lahan menjadi bagian penting dari strategi pencegahan jangka panjang yang diusulkan Muhammadiyah.

Selain soal pencegahan, Muhammadiyah juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan pertanggungjawaban hukum bagi setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Organisasi ini memandang bahwa penegakan hukum yang konsisten dan tegas akan menjadi deterent yang efektif untuk mengurangi jumlah pelaku pembakaran. Muhammadiyah mengharapkan aparat penegak hukum, mulai dari level lokal hingga pusat, dapat berkoordinasi lebih baik dalam mengidentifikasi dan memproses hukum para pelaku karhutla. Transparansi dalam penanganan kasus-kasus pembakaran lahan juga menjadi bagian dari desakan organisasi ini kepada pemerintah.

Tidak hanya menunjuk pemerintah dan aparat, Muhammadiyah juga mengajak dunia usaha untuk memainkan peran aktif dalam pencegahan karhutla. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan diminta untuk menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan tanpa mengandalkan pembakaran. Organisasi ini yakin bahwa dengan kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, aparat, dan sektor bisnis, Indonesia dapat mengurangi insiden karhutla secara signifikan dan melindungi masa depan lingkungan untuk generasi mendatang.

Langkah-langkah konkret yang diharapkan Muhammadiyah mencakup peningkatan pengawasan lapangan, penguatan teknologi deteksi dini pembakaran, serta pelatihan alternatif pengolahan lahan yang ramah lingkungan. Organisasi ini juga menyerukan pemerintah untuk memberikan insentif bagi petani dan pelaku usaha yang menerapkan metode pengelolaan lahan berkelanjutan tanpa pembakaran. Dengan pendekatan komprehensif dan komitmen bersama, Muhammadiyah yakin Indonesia dapat mengatasi krisis karhutla yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow