Muhammadiyah Minta Kajian Mendalam soal Revisi UU Pemilu, Golkar Dengarkan Masukan Dunia Akademis

Forum Rektor Muhammadiyah dalam pertemuan dengan Golkar menekankan perlunya kajian mendalam terhadap revisi UU Pemilu dan perhatian serius pada biaya pendidikan nasional.

Sep 22, 2026 - 20:17
Sep 22, 2026 - 20:17
 0  1
Muhammadiyah Minta Kajian Mendalam soal Revisi UU Pemilu, Golkar Dengarkan Masukan Dunia Akademis

Reyben - Pertemuan antara Partai Golkar dan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjadi momentum penting untuk membahas isu-isu strategis nasional. Dalam audiensi tersebut, para pemimpin akademis Muhammadiyah menyuarakan posisi kritis mereka terhadap rencana revisi Undang-Undang Pemilu yang sedang digodok di tingkat legislatif. Mereka mengingatkan bahwa setiap perubahan fundamental dalam sistem pemilihan umum memerlukan pertimbangan matang, bukan keputusan tergesa-gesa yang bisa merugikan demokrasi Indonesia.

Forum Rektor Muhammadiyah mengajukan pandangan bahwa revisi UU Pemilu harus didahului dengan kajian mendalam dan komprehensif melibatkan berbagai stakeholder, termasuk akademisi, masyarakat sipil, dan praktisi demokrasi. Mereka khawatir jika perubahan dilakukan tanpa riset yang solid, bisa terjadi distorsi dalam proses demokrasi dan mengganggu kepercayaan publik terhadap integritas pemilu. Pendekatan holistik menjadi kunci utama yang mereka tawarkan kepada Golkar sebagai salah satu kekuatan politik yang signifikan di parlemen.

Selain isu pemilu, diskusi juga menyentuh persoalan mendesak lainnya yaitu beban biaya pendidikan yang terus membebani masyarakat. Para rektor menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam meringankan akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia. Mereka mengungkapkan bahwa investasi pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, dan tidak bisa terus diabaikan dalam setiap kebijakan ekonomi nasional. Golkar sebagai partai dengan basis konstituen luas diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan pendidikan ini di ranah legislatif dan eksekutif.

Pertemuan ini mencerminkan pentingnya dialog struktural antara dunia akademis dan kelas politik dalam membangun kebijakan publik yang berkualitas. Forum Rektor Muhammadiyah, yang mewakili ratusan ribu mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas, memiliki kapasitas signifikan untuk memberikan masukan berbasis penelitian dan pengalaman lapangan. Kolaborasi semacam ini diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga mendukung pertumbuhan demokratis dan kesejahteraan pendidikan nasional dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow