Mimpi Negara Maju Indonesia Terbentur Rendahnya Jumlah Pengusaha Lokal

Ketua Kadin Eddy Sambuaga mengingatkan bahwa rendahnya rasio wirausahawan di Indonesia (3,29 persen) menjadi hambatan utama mengejar status negara maju. Diperlukan reformasi struktural dan dukungan pemerintah yang lebih serius.

Jun 14, 2026 - 05:08
Jun 14, 2026 - 05:08
 0  0
Mimpi Negara Maju Indonesia Terbentur Rendahnya Jumlah Pengusaha Lokal

Reyben - Indonesia masih jauh dari target menjadi negara maju jika tidak segera meningkatkan jumlah wirausahawan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Eddy Sambuaga dalam sebuah diskusi publik minggu lalu. Menurutnya, rasio kewirausahaan nasional yang baru mencapai 3,29 persen menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya.

Sambuaga menekankan bahwa negara-negara maju seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand memiliki rasio wirausahawan yang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Hal ini menjadi salah satu faktor utama mengapa ekonomi mereka tumbuh pesat dan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. "Jika kita ingin mengejar ketertinggalan, maka setiap individu harus mulai tertarik untuk membangun usaha sendiri daripada hanya mengandalkan sektor publik atau perusahaan multinasional," ungkap Sambuaga dengan penuh keyakinan.

Permasalahan rendahnya angka kewirausahaan di Indonesia tidak terlepas dari beberapa faktor struktural yang masih menjadi hambatan bagi calon pengusaha. Akses pendanaan yang terbatas, regulasi bisnis yang kompleks, dan kurangnya edukasi kewirausahaan sejak dini menjadi penghalang utama. Banyak generasi muda Indonesia yang sebenarnya memiliki ide bisnis bagus, tetapi tidak memiliki modal awal dan pengetahuan tentang cara memulai usaha dengan strategi yang tepat. Kadin sebagai representasi dunia usaha nasional telah berkomitmen untuk meningkatkan pelatihan dan pendampingan bagi calon wirausahawan melalui berbagai program akselerator bisnis.

Pemerintah juga didesak untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kondusif melalui penyederhanaan perizinan, penyediaan modal usaha dengan bunga rendah, dan insentif pajak untuk pengusaha muda. Sambuaga percaya bahwa dengan meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi setidaknya 10-15 persen dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan memiliki peluang besar untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi. Transformasi ekonomi semacam ini telah terbukti berhasil di negara-negara tetangga dan kini saatnya Indonesia mengambil langkah berani yang sama untuk masa depan yang lebih cerah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow