Menteri Singapura Buka Suara: Kabut Asap Bukan Cuma Bencana Alam, Tapi Kejahatan Korporat

Menteri Singapura K Shanmugam menyatakan kabut asap lintas negara bukan fenomena alam murni melainkan hasil keserakahan korporat. Dia juga memberikan apresiasi kepada Prabowo atas upaya mengatasi krisis lingkungan ini.

Oct 19, 2026 - 17:22
Oct 19, 2026 - 17:22
 0  2
Menteri Singapura Buka Suara: Kabut Asap Bukan Cuma Bencana Alam, Tapi Kejahatan Korporat

Reyben - Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam menyuarakan kekecewaan yang cukup tajam terhadap pernyataan yang dilontarkan Kepala Badan Komunikasi Sosial Indonesia. Dalam pidatonya pada hari Senin (19 Oktober), Shanmugam membuat pernyataan yang cukup berani dengan menyatakan bahwa fenomena kabut asap lintas negara bukanlah semata-mata disaster alami yang harus diterima begitu saja. Menurut politisi senior Singapura tersebut, krisis asap yang menyebabkan penderitaan bagi jutaan warga di kawasan Asia Tenggara adalah hasil dari keserakahan perusahaan-perusahaan yang mengejar profit tanpa peduli dampak lingkungan.

Pernyataan Shanmugam ini menjadi semakin signifikan mengingat konteks regional yang memanas seputar polusi asap lintas batas. Dia secara implisit mengkritik narasi yang berusaha memposisikan kabut asap hanya sebagai fenomena alam biasa yang tak terbendung. Singapura, sebagai negara yang paling terpengaruh oleh polusi ini karena letaknya yang strategis, memiliki alasan kuat untuk mengangkat suara. Warga Singapura telah mengalami kualitas udara yang menurun drastis setiap musim kebakaran hutan di pulau-pulau besar. Shanmugam menekankan bahwa tanggung jawab harus dibebankan kepada aktor-aktor yang menciptakan masalah ini.

Di sisi lain, Singapura memberikan apresiasi khusus kepada Prabowo Subianto atas upaya-upayanya dalam mengatasi kebakaran hutan dan polusi asap. Prabowo, sebagai tokoh kepemimpinan terkemuka Indonesia, dinilai telah menunjukkan komitmen yang lebih serius dalam menangani persoalan lingkungan yang kompleks ini. Apresiasi dari Singapura ini menunjukkan bahwa ada harapan terhadap leadership baru yang mungkin lebih responsif terhadap tekanan internasional dan kepedulian lingkungan. Langkah-langkah yang diambil Prabowo dalam memberantas praktik-praktik ilegal yang menyebabkan kebakaran hutan dilihat sebagai angin segar bagi diplomasi lingkungan regional.

Kedua posisi yang diambil Singapura—kritik terhadap narasi yang meminimalkan tanggung jawab dan apresiasi terhadap upaya positif—mencerminkan strategi diplomasi yang lebih matang. Negara kota ini tidak hanya mengeluh tetapi juga memberikan insentif kepada pihak-pihak yang serius dalam mengatasi masalah. Hal ini menunjukkan bahwa isu kabut asap lintas negara bukan sekadar persoalan lingkungan murni, tetapi juga menyangkut tanggung jawab korporat dan tata kelola yang lebih baik. Untuk jangka panjang, pesan Singapura adalah jelas: polusi asap harus dipandang sebagai akibat dari keputusan manusia yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar keberuntungan cuaca yang buruk. Dengan pendekatan ini, ada harapan bahwa negara-negara di kawasan dapat bekerja sama lebih erat untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan yang berulang setiap tahun.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow