Menteri LH Kritik Negara Maju Kabur dari Janji Lingkungan di Forum BRICS

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia mengkritik keras sikap negara-negara maju yang mundur dari tanggung jawab bersama mengatasi krisis lingkungan dan perubahan iklim dalam forum BRICS.

Aug 19, 2026 - 10:21
Aug 19, 2026 - 10:21
 0  4
Menteri LH Kritik Negara Maju Kabur dari Janji Lingkungan di Forum BRICS

Reyben - Dalam pertemuan anggota BRICS yang bergengsi, Menteri Lingkungan Hidup Indonesia menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap fenomena mengkhawatirkan di panggung internasional. Beberapa negara dengan kekuatan ekonomi raksasa rupanya memilih mengambil langkah mundur dari komitmen bersama untuk mengatasi krisis lingkungan global. Sikap pasif ini, menurut penilaian menteri, mencerminkan ketidakseriusan beberapa pemain ekonomi dunia dalam menghadapi urgensi perubahan iklim dan polusi yang terus menggerogoti kesehatan planet kita.

Menurut Jumhur, seperti yang dikutip dalam forum multilateral tersebut, mundurnya tanggung jawab ini bukan sekadar masalah teknis melainkan refleksi dari prioritas yang keliru. Negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang justru menjadi garda terdepan dalam menghadapi dampak perubahan iklim, harus memikul beban lebih berat akibat kelalaian negara maju. Ironi ini menunjukkan ketimpangan dalam sistem global di mana pihak yang paling mampu berkontribusi justru memilih untuk bersembunyi di balik alasan ekonomi atau kepentingan domestik.

Kritik keras ini disampaikan di tengat upaya kolektif negara-negara BRICS untuk membangun konsensus bersama mengenai penanganan krisis lingkungan. Forum internasional ini seharusnya menjadi wadah di mana negara-negara berkembang dengan ekonomi kuat dapat menunjukkan kepemimpinan dalam isu-isu lingkungan. Namun, absennya komitmen nyata dari beberapa pemain kunci dunia membuat target-target ambisius untuk pelestarian lingkungan menjadi semakin sulit dicapai. Menteri menekankan bahwa tanpa partisipasi penuh dari negara-negara maju, upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi kerusakan ekosistem akan tetap hanya menjadi slogan kosong.

Menurut analisis yang dikemukakan, pola ini sudah berulang kali terjadi dalam berbagai forum internasional. Negara-negara dengan PDB tertinggi sering membuat janji megah saat dunia mengamati, namun kurang konsisten dalam implementasi. Sementara itu, negara berkembang seperti Indonesia harus terus berjuang mengurangi deforestasi, mengelola sampah plastik, dan melindungi keanekaragaman hayati dengan sumber daya yang jauh lebih terbatas. Disparitas ini, menurut Menteri LH, perlu menjadi bahan refleksi serius bagi komunitas internasional dan menjadi alasan kuat untuk melakukan reformasi dalam skema tanggung jawab global.

Ke depannya, Indonesia dan negara BRICS lainnya berkomitmen untuk tidak hanya menunjukkan teladan dalam pengelolaan lingkungan tetapi juga terus memberikan tekanan pada negara-negara maju untuk menunaikan janji mereka. Langkah-langkah konkret seperti peningkatan investasi dalam energi terbarukan, perlindungan hutan tropis, dan transisi ekonomi hijau akan menjadi prioritas utama. Menteri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memandang isu lingkungan bukan sebagai beban tambahan tetapi sebagai investasi dalam masa depan umat manusia yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow