Mantan Pejabat BGN Ungkap Strategi Nanik S Deyang: Memanfaatkan Nama Prabowo untuk Kepentingan Pribadi

Mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, membongkar praktik Nanik S Deyang yang diduga sering memanfaatkan nama Presiden Prabowo untuk memperkuat posisinya dalam organisasi.

Aug 21, 2026 - 02:26
Aug 21, 2026 - 02:26
 0  5
Mantan Pejabat BGN Ungkap Strategi Nanik S Deyang: Memanfaatkan Nama Prabowo untuk Kepentingan Pribadi

Reyben - Gejolak internal di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan ditujukan kepada Nanik S Deyang, yang diduga memiliki jaringan tersembunyi dan kerap menggunakan nama-nama strategis untuk kepentingannya. Ungkapan ini datang dari Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN, yang merasa perlu membuka suara terkait praktik yang menurutnya tidak etis.

Menurut Lodewyk, Nanik S Deyang memiliki apa yang disebutnya sebagai "dapur" atau jaringan tersendiri di luar struktur formal organisasi. Lebih mencengangkan lagi, wanita ini diduga kerap menghubunginya dan dalam percakapan mereka, nama Presiden Prabowo Subianto sering kali disebut-sebut. Praktik ini, menurut Lodewyk, dilakukan untuk memberikan kesan bahwa Nanik memiliki akses langsung atau dukungan dari tingkat kepemimpinan tertinggi negara, sehingga memperkuat posisinya di internal organisasi.

Lodewyk mengindikasikan bahwa penggunaan nama presiden dalam konteks ini bukan sekadar percakapan biasa, melainkan strategi untuk mempengaruhi keputusan dan membangun persepsi tertentu di kalangan rekan kerja dan pihak eksternal. Dengan memanfaatkan nama besar seperti Prabowo, Nanik diduga mencoba mengamankan posisinya dan memastikan bahwa usulannya mendapat dukungan tanpa pertanyaan yang berarti. Taktik ini, apabila terbukti, menunjukkan adanya pemanfaatan nama publik figur untuk kepentingan pribadi yang sangat problematik dalam konteks tata kelola organisasi pemerintah.

Kasus ini menjadi contoh nyata dari dinamika internal institusi publik di Indonesia yang sering kali diwarnai oleh permainan politik mikro. Keterlibatan nama pejabat tinggi dalam percakapan pribadi antar pegawai membuka pertanyaan serius tentang integritas dan profesionalisme di level manajerial. Jika tidak ditangani dengan serius, praktik serupa dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi dan menurunkan efektivitas kerja organisasi dalam menjalankan misinya di bidang gizi nasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow