Maia Estianty Terbawa Emosi Kenang Masa Lalu Kelam saat Rayakan Pernikahan El Rumi

Pernikahan El Rumi menjadi momen yang membuka kembali luka lama Maia Estianty. Ibu dari mempelai pria ini tidak mampu menahan air mata ketika mengingat kembali masa kelam saat dipisahkan dari buah hatinya di usia 8 tahun. Emosi yang terbendung selama bertahun-tahun akhirnya meledak di momen bahagia tersebut.

Apr 25, 2026 - 15:16
Apr 25, 2026 - 15:16
 0  0
Maia Estianty Terbawa Emosi Kenang Masa Lalu Kelam saat Rayakan Pernikahan El Rumi

Reyben - Acara siraman yang semestinya penuh kegembiraan berubah menjadi momen yang penuh dengan air mata. Maia Estianty, ibu dari El Rumi, tidak mampu menahan luapan emosinya saat prosesi pernikahan anaknya dengan Syifa Hadju berlangsung pada hari Jumat. Dalam suasana yang seharusnya meriah, mantan istri Ahmad Dhani tersebut justru dilanda kenangan pahit dari masa lalunya yang telah lama tersembunyi.

Saat merayakan momen bahagia putranya, Maia Estianty tiba-tiba teringat luka mendalam yang pernah dialaminya. Suaranya bergetar ketika mengungkit kenangan tentang saat ia dipisahkan dari El Rumi di usia anak masih sangat muda, hanya 8 tahun. Peristiwa yang terjadi bertahun-tahun silam tersebut ternyata masih menyisakan bekas emosional yang dalam di hati seorang ibu. Momen indah ini membuka kembali kotak memori yang selama ini mencoba untuk ia tutup rapi.

Tak heran jika pada upacara siraman tersebut, Maia Estianty tampak kesulitan untuk menyembunyikan perasaannya. Kehadiran El Rumi yang kini tumbuh menjadi pria dewasa dan siap memasuki babak baru hidupnya melalui pernikahan, entah bagaimana memicu kenangan akan waktu-waktu ketika mereka tidak bisa bersama. Sesaat, saat-saat indah dengan El Rumi kecil yang meraih tangannya, tertawa ceria, dan memanggilnya "ibu" melintas di benaknya. Kontras dengan sosok El Rumi yang kini berdiri kokoh di depannya, siap mengucapkan janji suci bersama gadis yang telah ia pilih.

Peristiwa perceraian dan pemisahan dengan anak merupakan salah satu hal paling menyakitkan yang bisa dialami seorang orang tua. Bagi Maia Estianty, kenangan tersebut bukan sekadar cerita lampau, namun luka yang terus terasa setiap kali ia mengingat betapa singkatnya waktu yang ia miliki dengan El Rumi di masa usia emas anak-anaknya. Namun, di balik air mata yang tumpah pada hari istimewa tersebut, jelas terlihat kasih sayang seorang ibu yang tak pernah luntur meski waktu dan jarak telah memisahkan mereka.

Kini, dengan El Rumi yang telah dewasa dan membangun keluarga barunya sendiri, Maia Estianty mungkin mulai merasakan hal yang bercampur aduk. Di satu sisi, kebahagiaan melihat anaknya tersenyum di hari yang paling penting dalam hidupnya. Di sisi lain, kenangan pahit tentang tahun-tahun yang hilang dan tidak bisa dikembalikan. Namun itulah realitas dari sebagian orang tua yang harus menghadapi situasi serupa. Maia Estianty membuktikan bahwa cinta seorang ibu tidak mengenal waktu, tidak mengenal jarak, dan tetap hidup dalam setiap detak jantung, meski penuh dengan luka yang tak sepenuhnya sembuh.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow