Maarten Paes Buka Suara: Kompetisi Kiper Timnas Bukan soal Siapa Starter, tapi Siap Berkorban
Maarten Paes mengungkapkan bahwa persaingan posisi kiper Timnas tidak hanya tentang siapa jadi starter, tapi tentang kesediaan berkorban untuk tim. Kiper Ajax Amsterdam itu melihat kompetisi sehat sebagai kunci meningkatkan standar dan performa seluruh skuad.
Reyben - Persaingan posisi penjaga gawang Timnas Indonesia memasuki babak baru yang lebih seru setelah pelatih kepala John Herdman mengumumkan konvokasi tiga kiper untuk persiapan FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran Maarten Paes, Emil Audero, dan nama ketiga dalam skuad menunjukkan komitmen Herdman dalam membangun kedalaman di lini pertahanan. Namun, bintang kiper asal Ajax Amsterdam itu memberikan perspektif menyegarkan tentang dinamika persaingan yang tidak sekedar soal siapa yang menjadi pemain inti.
Dalam wawancara eksklusifnya, Maarten Paes mengungkapkan bahwa semangat bersaing di posisi penjaga gawang seharusnya dibangun atas fondasi berbeda dari yang selama ini dipahami kalangan supporter. Menurutnya, fokus utama bukan lagi tentang siapa yang akan bermain sebagai starter di laga-laga penting, melainkan tentang kolektivitas dan kesediaan setiap individu untuk memperkuat tim dalam segala situasi. Pemikiran matang ini mencerminkan kedewasaan profesional Paes yang telah menimba pengalaman di klub-klub Eropa berkaliber tinggi.
Kiper berusia 23 tahun tersebut menjelaskan bahwa persaingan sehat di posisinya justru memberikan keuntungan bagi Timnas Indonesia. Dengan adanya kompetisi antar tiga kiper berkualitas, setiap pemain akan terus menjaga performa dan meningkatkan standar latihan. Paes percaya bahwa elemen kompetitif ini akan membuat siapa pun yang dipercaya John Herdman untuk menjaga gawang dalam pertandingan resmi akan hadir dalam kondisi prima dan mental yang kokoh. Filosofi ini sejalan dengan mantra modern dalam sepak bola profesional di mana satu pemain berkualitas bisa membuat seluruh tim lebih baik.
Selain itu, Paes juga mengapresiasi pendekatan strategis Herdman dalam membangun skuad yang kompetitif. Memiliki opsi backup yang setara kualitasnya dengan starter bukan hanya soal taktis, tetapi juga menjadi bentuk investasi jangka panjang untuk kesuksesan Timnas di berbagai turnamen mendatang. Pandangannya ini menunjukkan bahwa generasi pemain muda Indonesia mulai memahami kompleksitas membangun sebuah tim nasional yang tangguh. Dengan mentalitas kolektif seperti ini, harapan untuk melihat Timnas Indonesia tampil lebih kompetitif di ASEAN Cup 2026 semakin realistis untuk diwujudkan.
What's Your Reaction?