Legislator PDIP Desak Penyelidikan Tuntas Tragedi Pembakaran Santri di Lombok, Keselamatan Jadi Sorotan

Legislator PDIP Selly Andriany Gantina mengingatkan pentingnya penyelidikan tuntas atas kasus pembakaran tiga santri di Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy Lombok, dengan menjadikan keselamatan santri sebagai prioritas utama.

Jul 9, 2026 - 21:05
Jul 9, 2026 - 21:05
 0  0
Legislator PDIP Desak Penyelidikan Tuntas Tragedi Pembakaran Santri di Lombok, Keselamatan Jadi Sorotan

Reyben - Kasus tragis pembakaran yang menimpa tiga santri Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy di Lombok kembali menjadi perhatian serius institusi legislatif. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden nahas tersebut. Permintaan legislator ini menjadi signal penting bahwa masalah keselamatan santri harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kasus di lingkungan pesantren.

Menurut Gantina, tragedi yang menimpa ketiga santri ini bukan sekadar insiden biasa yang bisa diabaikan begitu saja. Sebagai wakil rakyat, dirinya merasa berkewajiban untuk memastikan bahwa setiap aspek kasus tersebut digali secara mendalam, mulai dari penyebab hingga faktor-faktor yang memungkinkan peristiwa tersebut terjadi. Legislator berpengalaman ini menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyidikan agar publik mendapatkan kepastian bahwa keadilan akan ditegakkan dengan semestinya. Komitmen Gantina ini mencerminkan tanggung jawab politisi terhadap keselamatan warga negara, khususnya mereka yang berada di institusi pendidikan agama.

Dalam perspektif yang lebih luas, insiden ini membuka diskusi penting mengenai standar keamanan di pesantren-pesantren Indonesia. Banyak lembaga pendidikan agama yang masih mengoperasionalkan fasilitas dengan protokol keselamatan yang belum memenuhi standar internasional. Desakan Gantina untuk menjadikan keselamatan santri sebagai prioritas utama mencakup aspek preventif, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelatihan manajemen bencana, hingga penegakan regulasi yang lebih ketat. Harapannya, sistem pengawasan yang lebih baik dapat mencegah tragedi serupa terulang di pesantren lain.

Pihak keluarga korban dan masyarakat luas tentunya menantikan hasil penyelidikan yang transparan dan akuntabel. Dukungan dari legislator seperti Gantina menunjukkan bahwa isu ini tidak akan hilang begitu saja dari perhatian publik. Dengan adanya tekanan dari institusi resmi, diharapkan aparat penegak hukum akan bekerja lebih maksimal dalam mengungkap kebenaran. Momentum ini juga menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di semua lembaga pendidikan, tidak hanya pesantren, demi melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya serupa di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow