Lebih dari Sekadar Penyelamatan: Korban KM Virgo Transport 8 Dapat Dukungan Psikologis untuk Sembuh dari Luka Batin

Polda Kalsel tidak hanya mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8, tetapi juga menyediakan tim trauma healing profesional untuk mendampingi kesehatan mental korban dan keluarga penumpang yang masih hilang.

Sep 14, 2026 - 15:38
Sep 14, 2026 - 15:38
 0  2
Lebih dari Sekadar Penyelamatan: Korban KM Virgo Transport 8 Dapat Dukungan Psikologis untuk Sembuh dari Luka Batin

Reyben - Upaya penyelamatan korban selamat dari insiden KM Virgo Transport 8 tidak hanya berfokus pada evakuasi fisik semata. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan telah mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan tim khusus trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para korban yang selamat maupun keluarga penumpang yang masih dalam proses pencarian. Inisiatif ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa trauma psikologis yang dialami para korban memerlukan penanganan profesional dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan material jangka pendek.

Tim trauma healing yang didatangkan oleh Polda Kalsel terdiri dari psikolog berpengalaman dan konselor yang terlatih khusus menangani situasi darurat bencana. Mereka hadir di lokasi pengungsian untuk melakukan sesi konseling individual maupun kelompok dengan para korban. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa pengalaman traumatis seperti yang dialami penumpang KM Virgo Transport 8 dapat meninggalkan bekas mendalam pada kesehatan mental, bahkan setelah fase penyelamatan fisik selesai. Kehadiran tim profesional ini menjadi bagian integral dari protokol penanganan bencana modern yang mengedepankan kesejahteraan holistik korban.

Selain korban langsung, keluarga penumpang yang masih hilang juga menjadi fokus utama pendampingan psikologis ini. Ketidakpastian status keluarga mereka menciptakan beban emosional yang luar biasa berat, dengan perasaan cemas, harap-harap cemas, dan trauma menanti informasi yang belum pasti. Tim trauma healing bekerja sama dengan relawan dan organisasi sosial untuk memberikan ruang aman bagi keluarga guna mengekspresikan perasaan mereka, memproses duka, dan membangun resiliensi menghadapi situasi yang masih belum jelas. Pendekatan empati ini mencerminkan komitmen Polda Kalsel terhadap kesejahteraan menyeluruh masyarakat yang terdampak.

Program pendampingan psikologis ini dirancang sebagai intervensi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat sesaat. Tim telah menyiapkan rencana follow-up berkelanjutan untuk memastikan proses pemulihan korban berlangsung optimal seiring berjalannya waktu. Pelajaran dari bencana ini menunjukkan bahwa protokol penanganan bencana yang komprehensif harus mencakup dimensi psikologis, karena trauma yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan kualitas hidup korban di masa depan. Inisiatif Polda Kalsel ini kiranya menjadi contoh baik bagi institusi lain dalam menangani korban bencana dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan holistik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow