Kuliah Bareng Putra di Usia 40, Ibu Ini Buktikan Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar

Sharifah Radhia, berusia 40 tahun, berani kembali ke bangku kuliah dan belajar bersama putranya di Temasek Polytechnic. Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa tidak ada batasan usia untuk mengejar impian pendidikan.

Aug 28, 2026 - 11:42
Aug 28, 2026 - 11:42
 0  4
Kuliah Bareng Putra di Usia 40, Ibu Ini Buktikan Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar

Reyben - Sharifah Radhia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih impian pendidikan. Di usia 40 tahun, wanita asal Singapura ini memutuskan langkah berani untuk kembali menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Yang lebih menarik lagi, dia tidak menjalani perjalanan akademis ini sendirian. Putranya, Muhammad Abbas yang baru berusia 18 tahun, juga menjadi teman seperjuangan dalam menuntut ilmu selama setahun penuh di Temasek Polytechnic.

Keputusan Sharifah untuk kembali ke bangku kuliah bukan sekadar mimpi yang terucapkan. Dia benar-benar berkomitmen dengan serius mengikuti setiap proses pembelajaran, mulai dari mengerjakan tugas-tugas berat hingga menghadapi ujian yang menantang. Meski Sharifah dan Muhammad Abbas mengambil program studi yang berbeda, ikatan keduanya sebagai mahasiswa menciptakan dinamika unik dalam keluarga mereka. Mereka tidak hanya berbagi pengalaman sebagai orang tua dan anak, melainkan juga berbagi pengalaman sebagai sesama pelajar yang sama-sama menghadapi tantangan akademik.

Semangat saling mendukung menjadi kunci kesuksesan mereka dalam menjalani tahun pertama kuliah. Ketika salah satu dari mereka menghadapi kesulitan dengan tugas atau materi pembelajaran, yang lain siap memberikan bantuan dan dorongan semangat. Sharifah, dengan pengalaman dan kedewasaan hidupnya, sering kali memberikan perspektif berbeda dalam memandang masalah akademik. Sementara itu, Abbas dengan energi muda dan kebaruan cara berpikir, membantu ibunya untuk tetap fleksibel dan terbuka terhadap metode pembelajaran modern. Hubungan mereka yang harmonis menciptakan lingkungan belajar yang positif dan saling menginspirasi.

Perjalanan pendidikan Sharifah dan Abbas juga mengirim pesan yang kuat kepada masyarakat luas. Mereka menunjukkan bahwa pendidikan formal bukanlah eksklusivitas generasi muda. Orang tua yang memiliki semangat tinggi dan determinasi kuat juga berhak untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang yang merasa ragu untuk memulai ulang, baik karena masalah usia, waktu, atau berbagai kendala lainnya. Keberanian Sharifah untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan kembali menjadi mahasiswa menunjukkan bahwa tidak ada batasan usia untuk belajar dan berkembang.

Di era modern ini, di mana pembelajaran seumur hidup menjadi semakin penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan teknologi, kisah Sharifah dan Abbas menjadi contoh nyata bahwa investasi pada pendidikan dapat dilakukan kapan saja. Mereka membuktikan bahwa usia 40 bukan akhir dari segala kemungkinan, melainkan awal dari petualangan baru yang penuh dengan pembelajaran dan pertumbuhan pribadi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow