Kombes Polri Tersangkut Kasus Penipuan Tambang Emas, YLBHI Desak Bareskrim Segera Bertindak

Seorang Kombes Polri berinisial F dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan penipuan investasi tambang emas dengan korban investor Malaysia. YLBHI mendesak penyelidikan segera untuk menjaga kredibilitas institusi kepolisian.

Aug 22, 2026 - 22:09
Aug 22, 2026 - 22:09
 0  5
Kombes Polri Tersangkut Kasus Penipuan Tambang Emas, YLBHI Desak Bareskrim Segera Bertindak

Reyben - Organisasi hak asasi manusia Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) kembali mengangkat kasus yang melibatkan aparat kepolisian. Kali ini, mereka mendesak Bareskrim Polri untuk segera menginvestigasi seorang Kombes berinisial F yang diduga terlibat dalam skema penipuan investasi tambang emas dengan korban investor asal Malaysia. Laporan ini menjadi sorotan serius karena melibatkan perwira menengah yang seharusnya menjadi penegak hukum, bukan justru menjadi pelaku tindak pidana.

Kasus penipuan investasi yang melibatkan oknum Kombes ini bermula ketika investor Malaysia melaporkan kehilangan dana investasi dalam jumlah signifikan setelah tertarik dengan penawaran investasi tambang emas yang dijanjikan memberikan return menggiurkan. Modus operandi yang digunakan melibatkan kepercayaan yang dibangun melalui jabatan dan wewenang yang dimiliki sang tersangka sebagai perwira Polri. Investor percaya bahwa transaksi mereka aman karena melibatkan oknum dari institusi penegak hukum, namun kenyataannya justru menjadi celah untuk penipuan.

YLBHI dalam pernyataannya menekankan bahwa kasus semacam ini mencerminkan degradasi moral dalam institusi kepolisian dan merupakan penghinaan terhadap kepercayaan publik. Organisasi ini menilai bahwa kecepatan dan ketepatan dalam penanganan kasus sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa Polri benar-benar serius dalam membersihkan diri dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka meminta transparansi penuh dalam proses investigasi sehingga publik dapat memantau perkembangan kasus ini dengan baik.

Bareskrim Polri sebagai lembaga yang menangani kasus pidana tingkat menengah ke atas memiliki tanggung jawab besar untuk membuktikan independensi mereka dalam mengusut oknum internal. Penyelidikan terhadap Kombes F tidak hanya akan menentukan nasib sang tersangka tetapi juga kredibilitas institusi kepolisian di mata masyarakat Indonesia. Pihak kepolisian belum memberikan komentar resmi mengenai status investigasi, namun laporan dari YLBHI menunjukkan ada tekanan publik yang cukup besar untuk mempercepat proses hukum dalam kasus ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow