Kepala Dapur SPPG Surabaya Tertangkap Tangan, Gelapkan Minyak Goreng dengan Cara Licik yang Bikin Polisi Terpukau

Kepala dapur SPPG Surabaya Hendi Wirawan tertangkap menggelapkan delapan jeriken minyak goreng milik sekolah dengan cara yang terorganisir namun akhirnya terbongkar.

Sep 27, 2026 - 01:01
Sep 27, 2026 - 01:01
 0  2
Kepala Dapur SPPG Surabaya Tertangkap Tangan, Gelapkan Minyak Goreng dengan Cara Licik yang Bikin Polisi Terpukau

Reyben - Seorang kepala dapur di Sekolah Pramulih Pendidikan Gizi (SPPG) Surabaya harus merasakan pahitnya hukuman setelah terbukti melakukan penggelapan aset institusi. Hendi Wirawan bin Soekirno (32) tertangkap tangan membawa pulang delapan jeriken berisi minyak goreng yang seharusnya menjadi kebutuhan operasional sekolah. Tindakan korupsi skala kecil ini langsung menjadi sorotan pihak berwajib setelah laporan dari pimpinan institusi.

Moderatusnya sang tersangka sungguh kreatif namun jelas merugikan institusi pendidikan tersebut. Alih-alih menggunakan saluran resmi atau transparansi dalam penggunaan minyak goreng, Hendi lebih memilih "mengalihkan" stok minyak ke rumahnya sendiri dengan membawanya secara bertahap. Taktik pelan-pelan ini diterapkan selama beberapa waktu hingga akhirnya ketahuan oleh atasan langsung. Ketika ditanya, tersangka tidak memiliki dokumen atau izin resmi yang membenarkan pengambilan minyak goreng dalam jumlah sedemikian besar.

Polisi yang menangani kasus ini mengungkapkan bahwa nilai kerugian yang ditimbulkan dari penggelapan delapan jeriken minyak goreng tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Meski terkesan sepele, tindakan korupsi di lingkungan pendidikan seperti ini jelas merusak sistem dan kepercayaan publik. Hendi yang sebelumnya dianggap karyawan terpercaya kini harus menghadapi proses hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Investigasi polisi juga menggali kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam penggelapan ini.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua institusi, khususnya sekolah dan lembaga pendidikan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aset dan sumber daya yang ada. Sistem manajemen inventaris yang ketat dan transparansi laporan keuangan rutin diperlukan untuk mencegah tindakan serupa terulang. Kepercayaan orang tua siswa dan masyarakat terhadap institusi pendidikan harus dijaga dengan implementasi tata kelola yang baik dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pelanggaran.

Pihak SPPG Surabaya sendiri telah berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pengawasan internal. Kepala sekolah menjanjikan akan memberikan pelatihan etika kerja kepada seluruh staf dan mengimplementasikan sistem pengawasan yang lebih ketat. Kasus Hendi Wirawan ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bahwa integritas dan kejujuran adalah fondasi utama dalam menjalankan amanat, terlebih di lingkungan pendidikan yang mendidik generasi muda.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow