Kasus Kamar Mewah Lapas Cibinong Buka Mata DPR: Transparansi Aset Negara Harus Dibenahi Total

Temuan kamar mewah di Lapas Cibinong memicu reaksi keras DPR. Bukan sekadar pelanggaran fasilitas, kasus ini dilihat sebagai bukti nyata krisis integritas dan akuntabilitas. DPR menuntut sistem pengawasan diperkuat dan transparansi aset negara dibuka lebar-lebar.

Sep 30, 2026 - 22:27
Sep 30, 2026 - 22:27
 0  5
Kasus Kamar Mewah Lapas Cibinong Buka Mata DPR: Transparansi Aset Negara Harus Dibenahi Total

Reyben - Skandal penemuan kamar mewah di Lapas Cibinong terus menjadi sorotan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat. Bukan sekadar masalah fasilitas yang melanggar aturan, kasus ini dipandang sebagai cerminan dari krisis integritas dan akuntabilitas yang menggerogoti sistem permasyarakatan nasional. Anggota DPR dari Komisi III, Dewi Asmara, dengan tegas menyuarakan bahwa temuan ini menyentuh akar permasalahan yang jauh lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan. Momentum ini dirasa tepat untuk mendorong perubahan menyeluruh dalam tata kelola pengawasan aset negara.

Dewi Asmara menekankan bahwa apa yang ditemukan di lapas itu bukan sekadar pelanggaran prosedur dalam penyediaan fasilitas hunian. Lebih dari itu, kasus ini berbicara tentang hilangnya komitmen terhadap prinsip keadilan yang seharusnya menjadi fondasi sistem peradilan dan permasyarakatan Indonesia. "Jika orang-orang tertentu bisa menikmati kamar mewah di dalam lapas, sementara narapidana lain berdesakan dalam sel yang sempit, ini adalah ketidakadilan sistemik," ungkapnya dalam pernyataan resmi. Anggota legislatif tersebut melihat pola pemberian perlakuan istimewa kepada narapidana tertentu sebagai bukti nyata korupsi dan nepotisme yang masih mengakar kuat di institusi pemasyarakatan.

Merespons temuan ini, DPR mengajukan sejumlah tuntutan konkret kepada kementerian terkait dan pimpinan lapas. Pertama, sistem pengawasan internal harus diperkuat dengan mekanisme checks and balances yang lebih ketat. Kedua, transparansi dalam pengelolaan aset negara, khususnya fasilitas di dalam lapas, perlu dibuka selebar-lebarnya untuk publik. Ketiga, audit independen terhadap semua lapas di Indonesia harus segera dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi praktik serupa di tempat lain. DPR juga menekankan pentingnya pelaporan berkala mengenai kondisi fasilitas dan alokasi anggaran operasional lapas kepada publik. Langkah-langkah ini dirancang agar praktik semacam ini tidak terulang lagi dan kepercayaan publik terhadap institusi permasyarakatan dapat dipulihkan.

Kasus Lapas Cibinong ini menjadi catalyst bagi DPR untuk mengkaji ulang seluruh ekosistem pengawasan dan pengelolaan aset negara di sektor permasyarakatan. Dewi Asmara menegaskan bahwa komisi akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mempertanyakan bagaimana bisa terjadi penyimpangan sebesar ini tanpa terdeteksi dalam waktu lama. Dia juga menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan dalam investigasi untuk menggali lebih dalam apakah ada aliran dana ilegal atau mark-up anggaran yang terlibat dalam pembuatan kamar mewah tersebut. Ke depannya, DPR berkomitmen untuk mengesahkan regulasi yang lebih ketat terkait standarisasi fasilitas lapas dan mekanisme pengawasan yang tidak mudah diloloskan oleh aktor-aktor yang tidak bertanggung jawab. Transparansi dan akuntabilitas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap institusi pemerintah yang mengelola aset publik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow